PADANG - Keberkahan diharapkan dapat selalu hadir di dalam kehidupan keluarga dan kehidupan akademik kita di Universitas Negeri Padang. Pada saat ini, Universitas Negeri Padang telah menunjukkan empati dengan membuka posko di berbagai daerah terdampak bencana.
Demikian disampaikan oleh Rektor Universitas Negeri Padang, yang diwakili oleh Wakil Rektor Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc. dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak yang dilaksanakan pada Jumat (19/12) bertempat di Masjid Raya Al-Azhar Kampus UNP Air Tawar Padang.
"Dalam minggu ini, kita juga tidak lupa menunaikan tugas akademik di akhir semester menyelesaikan ujian akhir semester," tambah Wakil Rektor Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc.
Pada kesempatan itu, Wakil Rektor Prof. Dr. Ir. Remon Lapisa, S.T., M.T., M.Sc. menyampaikan terima kasih kepada Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag. yang merupakan Guru Besar UIN Imam Bonjol Padang sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan oleh Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada Jumat pagi ini.
Kegiatan Subuh Mubarak yang diselenggarakan setiap Jumat pagi dihadiri oleh Rektor, Wakil Rektor, Kepala Lembaga, Direktur, Dekan, Direktur Sekolah, Wakil Dekan, Wakil Wakil Direktur, Kepala Departemen, Koordinator Program Studi, Kepala UPT, mahasiswa, dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.
Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag. dengan ceramahnya bertopik "Kunci Hidup Penuh Berkah" menyampaikan bahwa seorang muslim selalu mendambakan hidup penuh berkah.
Pada kesempatan itu, Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag. menyampaikan bahwa berkah itu berasal dari bahasa Arab albarokah yang bermakna nikmat yang melimpah dan selalu dekat dengan Allah.
"Setiap daging yang tumbuh dari yang haram maka nerakalah tempat baginya, maka bertobat dan kembalilah kepada Allah. Peliharalah dirimu dan keluargamu dan jauhkanlah dari siksaan api neraka," jelas Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag.
Lebih lanjut Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag. menjelaskan keluarga yang jauh dari kehidupan keagamaan dan selalu hidup dengan kesusahan adalah menunjukkan hidupnya jauh dari keberkahan.
Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag. juga mengemukakan waktu adalah laksana pedang dan kita perlu memanfaatkan waktu dengan selalu mengisinya dengan perbuatan baik, maka orang itulah yang hidup penuh keberkahan.
"Membangun hubungan baik sesama manusia atau membangun kerja sama dan meningkatkan empati sesama manusia, sesama kerabat, sesama muslim adalah hal yang sangat diperlukan dalam kehidupan yang penuh keberkahan," tambah Ustaz Prof. Dr. Efrinaldi, M.Ag. (ET)






