IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Perantau Minang Kalbar Bergerak Bantu Warga Terdampak Banjir dan Longsor Sumatera Barat

Tim Perantauan Minang Kalimantan Barat saluran lansung bantuan untuk korban Bencana Banjir Bandang Pelambayan Agam. Senin(15/12). Foto : ade
Tim Perantauan Minang Kalimantan Barat saluran lansung bantuan untuk korban Bencana Banjir Bandang Pelambayan Agam. Senin(15/12). Foto : ade
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

AGAM -- Solidaritas dan kepedulian perantau Minangkabau kembali menjelma menjadi aksi nyata di tengah duka yang membalut Ranah Minang. Saat hujan, lumpur, dan air bah merenggut rumah, ladang, bahkan nyawa, tangan-tangan perantau hadir membawa harapan.

Perantau Minang yang tergabung dalam komunitas Minang Kalimantan Barat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat. Aksi kemanusiaan ini dikoordinatori oleh Sengdia Sastra, Senin (15/12).

Dengan suara bergetar, Sengdia menyampaikan bahwa bantuan tersebut adalah wujud rindu yang tak terucap—kepedulian perantau terhadap kampung halaman yang kini porak-poranda.

“Bantuan ini kami himpun dan telah disalurkan ke Kecamatan Talamau, Pasaman Barat, dan hari ini kami fokus ke Pelambayan—wilayah paling terdampak. Banyak rumah hancur dan hilang ditelan banjir bandang,” ujarnya.

Tragedi ini meninggalkan luka mendalam. Lebih dari 100 jiwa dilaporkan meninggal dunia, puluhan lainnya masih hilang dan belum ditemukan. Ratusan warga terpaksa mengungsi, menggigil di pengungsian, menanti uluran tangan agar tetap bertahan di tengah kehilangan.

Tak berhenti di Pelambayan, Sengdia menegaskan tim akan bergerak ke wilayah terdampak lain seperti Maninjau, Malalak, Padang, serta sejumlah titik rawan lainnya. Setiap langkah ditempuh dengan survei lapangan agar bantuan benar-benar sesuai kebutuhan korban.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Bantuan yang kami salurkan berupa kebutuhan pokok dan kebutuhan mendesak lainnya. Semua disesuaikan dengan kondisi di lapangan, agar tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal,” jelasnya.

Untuk memastikan distribusi berjalan efektif, Perantau Minang Kalbar menurunkan lima orang tim kemanusiaan. Tiga orang bertugas di Pasaman Barat, dua lainnya bergerak di wilayah Solok. Tim dipimpin oleh Ketua Tim Heldi Harpenjoni dengan Risman sebagai sekretaris, berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah, relawan lokal, dan masyarakat setempat.

" Selain tim Perantauan, saat di Pelambayan Kami juga di dukung oleh relawan lokal dan Juga Tim dari Annjiya TV, terimakasih telah mendampingi , sehingga kami sampai ke titik terparah dan bisa penyaluran bantuan lansung sampai ke korban Bencana Pelambayan," ujarnya.

Saat menapaki lokasi banjir bandang, Heldi Harpenjoni tak mampu menyembunyikan keterkejutannya. “Sulit membayangkan dahsyatnya bencana ini. Ketinggian banjir bandang mencapai sekitar 20 meter dari aliran sungai, meluluhlantakkan perumahan tanpa sisa dan menghancurkan ratusan hektare lahan pertanian,” tuturnya lirih.

Editor : Berita Minang
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH