IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Dilatih UNP, Warga Ulakan Belajar Siaga Tsunami dengan Teknologi Virtual Reality

Ketua Tim dari Universitas Negeri Padang (UNP), Risky Ramadhan, M.Si foto bersama di Kantor Wali Nagari Ulakan.Foto: Tim Pengabdian UNP
Ketua Tim dari Universitas Negeri Padang (UNP), Risky Ramadhan, M.Si foto bersama di Kantor Wali Nagari Ulakan.Foto: Tim Pengabdian UNP
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang Pariaman – Warga Nagari Ulakan Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar, kini punya cara baru untuk belajar menghadapi bencana tsunami. Melalui kegiatan Penguatan Kesiapsiagaan Komunitas Siaga Bencana Tsunami dengan Simulasi Virtual Reality (VR), masyarakat diajak merasakan langsung suasana saat bencana lewat kacamata teknologi canggih.

Acara ini berlangsung pada 27 Agustus 2025 dan diikuti 30 orang dari perangkat nagari, Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB), komunitas pendidikan, hingga pelaku wisata. Dengan mengenakan headset VR, peserta seakan-akan berada dalam situasi nyata: bumi bergetar, sirine berbunyi, dan ombak tsunami datang. Semua itu dipraktikkan dalam kondisi aman, sehingga warga bisa lebih siap jika suatu saat bencana benar-benar terjadi.

Ketua FPRB Nagari Ulakan, Sunardi, merasa kegiatan ini sangat membantu masyarakat.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Selama ini kita hanya latihan evakuasi biasa. Dengan VR, warga bisa lebih merasakan bagaimana suasana saat bencana. Ini sangat bermanfaat untuk kesiapan nagari kita,” ujarnya.

Selain simulasi VR, warga juga diberi pemahaman tentang jalur evakuasi, titik kumpul, papan informasi bencana, dan peta bahaya. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya berlatih, tetapi juga tahu harus kemana dan apa yang dilakukan ketika tsunami datang.

Suasana Simulasi Virtual Reality (VR).
Suasana Simulasi Virtual Reality (VR).

Menurut Ketua Tim dari Universitas Negeri Padang (UNP), Risky Ramadhan, M.Si, menyebutkan, kegiatan ini adalah bagian dari program Kampus Berdampak.

“Kami ingin kampus hadir langsung di tengah masyarakat. Teknologi yang ada di kampus bisa dibawa ke nagari untuk memperkuat kesiapsiagaan,” katanya.

Sejalan dengan SDGs

Program ini bukan hanya melatih kesiapsiagaan, tetapi juga mendukung target Sustainable Development Goals (SDGs). Kegiatan di Ulakan selaras dengan:

  • SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan – karena membantu nagari merencanakan pemukiman yang aman, tangguh, dan siap menghadapi bencana.
  • SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim – karena melibatkan edukasi, simulasi, dan peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi ancaman iklim dan bencana alam.

Dengan memadukan teknologi, pengetahuan lokal, dan semangat gotong royong, Ulakan semakin dekat dengan cita-cita menjadi Nagari Tangguh Bencana. (BM)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH