Sebagai perwakilan pemerintah Nagari Talang Babungo, ia melihat program yang dikucurkan Astra ke Jorong Tabek berdampak positif terutama sekali untuk menopang perekonomian dengan berbasis potensi nagari dan membina kemajuan dalam berbagai segi di Jorong Tabek.
Koperasi Tanpa Bank dan Bank Sampah
Saat ini, sejak berdirinya Koperasi Serba Usaha Ekonomi Desa, asetnya mencapai Rp17 miliar dengan modal dasar Rp2,5 juta, mengelola pendidikan, kesehatan, hingga pembiayaan usaha warga tanpa harus bergantung pada perbankan.
Dan, ketika masalah lingkungan terutama soal sampah dengan tingginya kunjungan wisata dan studi banding dari berbagai kelompok masyarakat luar ke Tabek, diantisipasi dengan mendirikan Bank Sampah.
Aktifias Bank Sampah dilakukan untuk memilah-milah sampah, yakni sampah organik dan non organik. Sampah organik dimanfaatkan untuk pakan maggot, ternak ayam dan ikan. Sementara non organik, seperti plastik diolah jadi beragam bentuk yang berguna, seperti alas tempat duduk yang disusun dari botol air mineral diisi sampah plastik dan disusun sebagai alas kursi panjang.
"Ketika kita meneteskan air mata dan darah untuk kampung ini, akan dibayar lunas dengan aksi kita sendiri," ujar Kasri,
Dari sampah, tak hanya bank sampah yang hadir, kolam ikan yang dulunya sebatas tempat memlihara ikan, berubah jauh menjadi lokasi musyawarah dan sumber inspirasi.
"Kolom ikan jadi sarana diskusi sambil asyik menunggu ikan makan umpan, membahas beragam hal tentang apa lagi yang bisa kita perbuat untuk kampung kita," Kasri bersemangat.
Kini, Kampung Tabek tak lagi dikenal karena kemiskinan. Ia kini dikenal sebagai desa mandiri, merawat warisan leluhur, menjaga semangat, berdinamika dengan produksi tinggi guna menopang masa depan yang lebih baik. PT Astra Internasional Tbk, tetaplah mengubah kemiskinan jadi senyuman di Nusantara. KBA Talang Babungo, keren! (Marjeni Rokcalva)
Editor : Ermanto






