Di sini pula dibentuk sistem zonasi yang membagi kampung jadi 11 zonasi. Dimana masing-masing zonasi punya tanggung jawab pada lingkungan, pendidikan, UMKM hingga kesehatan.
Menyulap Bekas Kandang Kuda Jadi Sekolah Terbaik
Ketika kata kunci kemajuan itu pendidikan, kata Kasri, kita bersama berfikir bagaimana ada sekolah bagi anak-anak yang layak. Makanya, dibuatlah Madrasah Ibtidaiyyah Swasta (MIS) Muallimin Tabek, yang bertempat di bekas kandang kuda. Sekolah berdiri dengan minim alias tak ada fasilitas, alat belajar yang dipinjam dari sekolah lain, sehingga orang tua tak sudi menyekolahkan anaknya.
"Bula diingat, di awal-awal, anak sekolah cuma datang dua hari, lalu tak balik lagi," kataya nelangsa.
Namun, perjuangan menjadikan MIS Muallimin tak henti, hingga sekolah ini menjadi salah satu terbaik di Kabupaten Solok. Maka, banyaklah orang tua yang mengantarkan anaknya ke sekolah ini. Yang luluspun bisa melanjutkan sekolah dengan lebih baik dan bisa kuliah di perguruan tingga favorit di Indonesia dan bahkan sampai ke luar negeri.
“Kini, bangunan MIS Muallimin terdiri dari beberapa gedung yang representatif dan sekaligus punya mushala untuk siswa,” tambah Kepala MIS Mualimmin Tabek, Pelni Eliza, Sarjana Pendidikan Islam (S.Pd.I) yang baru enam bulan dilantik jadi kepala sekolah.
Ia menambahkan, sekolah anak yang sekolah disini --meski sekolah swasta-- semuanya gratis. Karena kita juga dibantu pemerintah lewat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Soal kurikulum, kepada siswa tak hanya diajarkan pelajaran umum, mereka juga mendapat pelajaran agama Islam dan budaya Minangkabau yang memadai dan lebih dari sekolah negeri biasanya.
"Dengan berimbangnya muatan pelajaran agama disamping pelajaran umum, itulah yang membuat kalangan orang tua ramai-ramai menyekolahkan anaknya kesini," kata Pelni berbangga. Dan pelajar yang berprestasi sejak Kelas VI, juga mendapat beasiswa Astra. Bahkan beasiswa Astra diberikan sampai anak yang berprestasi kuliah di perguruan tinggi, seperti yang diterima Nela Kurniati, 20 tahun, lulusan MIS Muallimin Tabek yang kini kuliah masuk semester enam di Jurusan Geofisika Institut Teknologi Bandung (ITB).
Editor : Ermanto






