Nela, perempuan cantik putri Jorong Tabek mengakui, sejak kelas VI MIS Mualimin ia sudah mendapat beasiswa Astra.
“Saya bangga, meski dulu sekolahnya bekas kandang kuda, sebagaimana cerita orang tuanya,” katanya mantap.
Ia melanjutkan cerita, ketika ia saya sekolah di MIS, sekolah ini sudah baik dan maju.
“Sehingga saya juga mau disekolahkan kedua orang tua disini," kata siswa langganan juara sejak sekolah dasar ini.
Karena berprestasi baik, ditambah dengan kondisi kondisi ekonomi orang tua sebagai petani, ia lolos seleksi beasiiswa Astra sejak kelas VI.
Selama kuliah di ITB, sejak semester pertama, Nela mendapat beasiswa untuk uang kuliah tunggal (UKT) dari Program KIP Kuliah Pemerintah Indonesia, dan untuk biaya hidup dapat dari beasiswa dari PT Astra Indonesia Tbk.
Astra Datang Ketika Kami Butuh
Ibarat gayung yang bersambut, ketika kita membutuhkan bantuan dan binaan, dalam empat hal pokok di Jorong Tabek ini, yakni pendidikan, kesehatan, kewirausahaan dan lingkungan, PT Astra International Tbk, datang membantu/membina dengan program Kampung Berseri Astra (KBA).
Maka, kata Ketua KBA Talang Babungo, Kasri Sastra, bimbingan, support, pendanaan hingga pendampingan secara komprehensif yang dimulai semenjak tahun 2016 silam,menjadikan Jorong Tabek yang dulunya masuk dearah termiskin di Provinsi Sumatera Barat, berubah jadi kampung sejahtera sebagaimana bisa disaksikan saat ini.
Editor : Ermanto






