Dandi (35), salah satu warga, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah daerah. "Kami berterima kasih atas kehadiran Bapak Wagub. Ini membuktikan bahwa pemerintah hadir dan peduli terhadap warisan keagamaan dan budaya kami," ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa masjid ini bukan hanya sekadar tempat ibadah, tetapi juga berfungsi sebagai pusat diskusi, kegiatan sosial, dan pengembangan masyarakat.
Kini, Masjid Al Mujahidin tak hanya menjadi simbol spiritual, namun juga simbol kebanggaan masyarakat Tilatang Kamang. Diharapkan, masjid ini dapat terus menjadi pusat aktivitas keagamaan dan sosial yang harmonis, sebagaimana semangat para pendiri terdahulu yang terus hidup dalam denyut kehidupan masyarakat setempat.







