IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Warisan Turun Temurun, Arlen Merawat Budaya Melalui Usaha Pembuatan Tarompa Datuak di Padang Panjang

Arlen sedang membuat Tarompa Datuak di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur. Foto: Kominfo Padang Panjang
Arlen sedang membuat Tarompa Datuak di Kelurahan Koto Katik, Kecamatan Padang Panjang Timur. Foto: Kominfo Padang Panjang
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Meski demikian, ia tetap konsisten membuka usaha setiap hari dari jam 9 pagi setelah melakukan kegiatan di ladang, hingga tutup pukul setengah 6 sore. Kedai sederhana tanpa nama itu, menjadi saksi perjuangannya menjaga tradisi.

“Kalau tidak membuat tarompa, saya justru merasa jenuh. Karena ini sudah menjadi bahagian dari hari-hari saya,” katanya sambil tersenyum.

Arlen bercerita, pernah mendapatkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yang membantunya memulai usaha sendiri setelah bekerja dengan orang lain di Silaing selama 15 tahun.

Arlen memiliki tiga anak perempuan. Meski belum sepenuhnya terjun dalam usaha ini, ia optimis tradisi ini akan mereka teruskan suatu saat nanti.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
“Sayang sekali kalau tradisi ini punah. Padang Panjang harus punya kebanggaan dengan karya asli seperti ini. Tarompa Datuak bukan sekadar sandal, ini adalah jejak sejarah, simbol adat, dan bukti cinta terhadap warisan Niniak Mamak terdahulu. Saya hanya ingin tradisi ini hidup, dikenal, dan dihargai. Bukan untuk saya saja, tapi untuk Padang Panjang dan generasi selanjutnya,” katanya penuh harap.

Meski tak memiliki nama tempat usaha, pelanggan dari berbagai daerah, seperti Batam, Bukittinggi, hingga Pulau Jawa, tetap datang langsung untuk memesan karya Arlen. Sandalnya dijual seharga Rp200.000 hingga Rp250.000, tergantung jenis dan tingkat kesulitannya. (Nur Azizah)

Editor : Marjeni Rokcalva
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH