"Libatkan generasi muda, karena memang sekarang ini adalah eranya generasi muda. Rancang dan rencanakan secara baik setiap langkah dan upaya memajukan daerah dengan melibatkan mereka,"katanya.

Bank Nagari berikan deviden tahun 2023 kepada Pemkab Lima Puluh Kota diterima Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin.
Pembangunan harus kolaboratif, menggandeng banyak pihak. Kita menyadari keterbatasan anggaran pembangunan, dengan anggaran yang terbatas ini jangan paksakan mendayung sendiri, tetapi pemerintah daerah harus memperkuat fungsi koordinator mengoptimalkan bantuan Stakeholders di luar pemerintah dengan kerjasama daerah tersebut.
Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki banyak keuntungan geografis. Berbatasan dengan Provinsi Riau, memiliki potensi wisata yang luar biasa, areal yang luas untuk pengembangan sektor pertanian, peternakan dan perikanan, serta potensi masyarakat yang kaya dengan budaya kuliner ataupun budaya adat istiadat yang sangat diminati oleh dunia luar.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat, Angka Gini Ratio Kabupaten Lima Puluh Kota berada pada ketegori rendah. Angka ini terus mengalami penurunan setiap tahunnya dari 2021-2023 yaitu 0.244 , 0.208, dan 0.194. Kondisi ketimpangan di Kabupaten Lima Puluh Kota paling rendah diantara Kabupaten/Kota di Sumatera Barat pada 2023 bahkan lebih rendah dibandingkan Provinsi Sumatera Barat yang menyentuh angka 0.280.

Sekretaris DPRD Kabupaten Limapuluh Kota Fiddria Fala, AP.M.Si
Selain itu, Gubernur Mahyeldi juga mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Lima Puluh Kota untuk mencapai rata-rata Sumatera Barat bahkan Nasional. "Ini tantangan bagi Pemerintah Daerah dan juga seluruh masyarakat Kabupaten Lima Puluh Kota harus saling sinergi, bahu membahu dan melibatkan semua pihak," tuturnya. Gubernur Mahyeldi menambahkan,"Kami mendorong Pemerintah Daerah dan segenap komponen di Lima Puluh Kota untuk memperkuat dan mengefektifkan setiap potensi yang ada di luar, nasional, bahkan internasional, dan jangan lupakan peran perantau menjadi sumber daya yang perlu diefektifkan."
Editor : Marjeni Rokcalva






