IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

WCC Nurani Perempuan Bakal Laporkan Andre Rosiade ke MKD DPR RI

Pelaku prostitusi online dibekuk tim cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar di sebuah hotel berbintang di Padang, Minggu (26/1/2020). Foto tribunnews.com
Pelaku prostitusi online dibekuk tim cyber Ditreskrimsus Polda Sumbar di sebuah hotel berbintang di Padang, Minggu (26/1/2020). Foto tribunnews.com
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Plt Direktur Women's Cricis Center Nurani Perempuan, Rahmi Merry Yenti menyebut, pihaknya menduga adanya penjebakan terhadap N dalam penggerebekan yang dilakukan Andre Roside dan Polda Sumbar. Women's Crisis Center (WCC) Nurani Perempuan Sumatera Barat, menduga N (27) yang menjadi tersangka prostitusi online di Padang pada Minggu (26/1/2020) lalu merupakan korban.

Dugaan tersebut didapat setelah N mengungkapkan kronologi yang dialami secara langsung. Menuut Rahmi Merry Yenti, dikutip dari Kompas.com, Kamis (6/2/2020), dari kronologi yang kami dapat dan keterangan langsung N yang kami temui di Mapolda, kami menduga dia sudah dijebak. Sehingga WCC Nurani Perempuan Sumbar akan memberikan dukungan untuk N. Mengingat, perempuan asal Sukabumi tersebut diduga menjadi korban, bukan pelaku.

Dukungan yang diberikan pada N yakni berupa pendampingan. Selain itu, WCC Nurani Perempuan Sumbar juga akan menggalang petisi di situs charge.org. Rahmi mengatakan, pihaknya akan mendesak Polda Sumatera Barat untuk membebaskan N.

"Untuk petisi sudah ada sekitar 370 lebih yang tanda tangani. Namun, kita akan dampingi tersangka dalam menjalani kasusnya," jelasnya.

Pihaknya juga berencana untuk melaporkan Andre Rosiade kepada Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Selain itu, kami juga akan bekerja sama dengan tim advokasi untuk melihat peluang apakah ada jalur hukum yang bisa ditempuh untuk menjerat Andre," ungkap Rahmi.

Bantahan Andre Rosiade

Sebelumnya, Andre Rosiade menyebut upaya untuk mengungkap adanya prostitusi online di Padang itu, karena adanya keresahan di masyarakat. Ia menyebut, ada laporan dari warga Padang bahwa ada prostitusi dengan menggunakan aplikasi online. Sehingga, dirinya menindaklanjuti laporan tersebut dengan melaporkan ke Polda Sumatera Barat.

"Setelah tim Polda Sumbar datang, kemudian diperlihatkan aplikasi online itu ke polisi. Polisi tentu ingin bukti dan warga tersebut bersedia untuk membuktikannya," ujar Andre Rosiade, Rabu (5/2/2020).

Dalam upaya pengungkapan tersebut, warga yang lapor kepada Andre tersebut kemudian memesan PSK melalui aplikasi MiChat. Lalu, Andre Rosiade memesan sebuah kamar hotel untuk melancarkan proses pemesanan PSK itu.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH