Dan, terakhir yang sangat diperlukan mereka, kata Mochtar, mereka tahu betul dengan kehidupan masyarakat, perasaan masyarakat yang dipimpinnya.
Kurang lebih itulah yang didapatkan santri Darul Ulum dalam mata pelajaran mamakiah.
Seperti diakui Guru Besar Darul Ulum Buya H Jakfar Tuanku Imam Mudo, lulusan darul ulum, sejak dahulu hingga kini, tetap berguna bagi masyarakat. Umumnya mereka yang telah selesai mengaji di Pesantren ini, langsung berbaur ke masyarakat di kampung masing-masing.
"Setamat dari darul ulum, mereka umumnya, diangkat menjadi Imam Masjid, Ulama Nagari dan juga ada yang dipercaya menjadi Wali Nagari. Kalaupun mereka akhirnya pergi merantau, mereka tetap dekat dengan masjid dan umat, disekitar tempat mereka tinggal," kata Buya Jakfar.
Sama halnya dengan sekolah lain, setamat belajar anak didik menempuh jalur hidup masing-masing. Karena itu pula sekedar untuk diingat, mereka yang pernah belajar di Pesantren Darul Ulum ada juga yang jadi PNS, Pengusaha, Pedagang dan lain lainnya.
"Sayangnya, sejak dahulu kami tidak mencatat, nama-anam alumni. Sehingga jumlah santri yang pernah belajar di sini, tidak terdata dengan rapi. Kalau diperkirakan sejak 1942, jumlahnya mungkin sudah puluhan ribu," kata Ampera Salim yang juga anak pendiri Pesantren Darul Ulum Padang Magek, Tuanku Salim Malin Kuning.
Saat ini Pesantren Darul Ulum Padang Magek, sedang membangun lokal baru dan tempat pemandian. Bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin membantu, bisa menyalurkannya melalui: Bank Nagari Syariah No rekening : 72020201001560 A/n. PONDOK PESANTREN DARUL ULUM. (Humas Darul Ulum)
Editor : Berita Minang






