"Termasuk juga peningkatan transparansi, akuntabilitas dan komitmen sebagai kota berintegritas yang bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme," imbuhnya.
Seterusnya, sebagai Kota Pendidikan, Pemerintah Kota senantiasa menempatkan pendidikan sebagai sektor utama dan berupaya memenuhi anggaran pendidikan 20% dari total APBD.
Tidak hanya fokus pada pendidikan dasar yang menjadi kewenangan Pemko, Padang Panjang juga concern dengan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi, serta pendidikan agama. Salah satu program Pemko adalah membantu biaya pendidikan untuk siswa dan mahasiswa kurang mampu dan berprestasi.
Pada 2023 di tingkat SD dan SLTP telah difasilitasi penyaluran dana PIP kepada 882 siswa SD, 223 siswa SLTP. Dengan total realisasi sebesar Rp493.650.000. Sedangkan untuk tingkat SLTA dan perguruan tinggi, Pemko sudah merealisasikan beasiswa dari APBD kepada 130 orang dengan nilai sebesar Rp2 miliar lebih.
Di samping itu juga disalurkan beasiswa bagi individu dari keluarga miskin untuk 200 penerima dengan nilai Rp670.500.000.
Di sisi lain, meningkatkan akses dan kualitas pendidikan tinggi bagi para pelajar Padang Panjang, Pemko sudah menjalin kerja sama dengan 10 perguruan tinggi.
"Harapannya adalah agar semakin banyak putra-putri Padang Panjang dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya baik di dalam maupun di luar negeri," jelas Sonny.
Pelaksanaan program bidang pendidikan selama beberapa tahun terakhir telah memberikan hasil luar biasa. Yang paling membanggakan adalah Angka Rata-rata Lama Bersekolah Kota Padang Panjang 2022 mencapai 11,92 tahun, atau tertinggi di Sumatera Barat.
Peningkatan layanan kesehatan juga terus digalakkan, baik di Puskesmas maupun RSUD. Termasuk lanjutan pemberian jaminan kesehatan kepada masyarakat.
Editor :






