IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Pameran Revitalisasi Songket Canduang Digelar di Galeri Taman Budaya Sumatra Barat

Peserta workshop mengikuti Revitalisasi Songket Canduang --Foto Ist
Peserta workshop mengikuti Revitalisasi Songket Canduang --Foto Ist
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Khazanah songket Minangkabau dengan beragam variasi motif dan corak yang mengemban makna filosofis kehidupan merupakan aset budaya yang perlu digali, dikembangkan, dan direvitalisasi agar terhindar dari ancaman kepunahan. Untuk mencapai hal demikian, dibutuhkan kerja kolaboratif dan sinergisme semua elemen dan para pihak.

Adalah Nanda Wirawan, salah seorang inisiator dan penerima manfaat program Pemanfaatan Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Dana Indonesiana Kemendikbudristek dan LPDP untuk pemberdayaan ruang publik akan menggelar perhelatan pameran Revitalisasi Songket Canduang yang eksotis sebagai khazanah kekayaan hasil tenun Minangkabau.

Pameran yang rencananya akan dibuka Sekjen TTASSEA (Masyarakat Wastra Asia Tenggara) Mariah Waworuntu pada Kamis, 8 Juni 2023 pukul 19.30 di Galeri Taman Budaya Provinsi Sumatera Barat.

Iven budaya eksotisme ini juga dihadiri Tuan Gadih Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib atau Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, M.P, Ketua Umum Bundo Kanduang Sumatra Barat dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumatra Barat Syaifullah, S.Pd., MM, bersama jajarannya.

"Pameran ini merupakan tahapan akhir dari rangkaian program Revitalisasi Songket Canduang yang dimulai akhir tahun 2022. Setelah 3 bulan proses produksi melibatkan para penenun baru, hasilnya dipamerkan di Galeri Taman Budaya Sumatra Barat. Pameran ini terlaksana dengan dukungan Dana Indonesiana dan pihak UPTD Taman Budaya, Dinas Kebudayaan Sumatra Barat serta Studio Wastra Pinankabu yang dipimpin oleh Iswandi," kata Nanda Wirawan kepada media, Rabu, 7 Juni 2023 di Padang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Dijelaskannya lebih lanjut, untuk temanya adalah "Pameran Songket, Arsip dan Dokumentasi, Menapak Jejak Songket Minangkabau: Canduang Sentra Lama yang Terlupakan."

Program Revitalisasi Songket Canduang Koto Laweh yang telah dimulai sejak akhir tahun 2022 yang diawali dengan inventarisasi dan revitalisasi motif songket, terutama Songket Canduang. Setelah dikakukan identifikasi dan pendataan secara detil, dilaksanakan workshop untuk membangun kapasitas keterampilan anak Nagari Canduang dalam merevitalisasi motif songket.

"Workshop dilaksanakan selama 3 minggu (21 hari) di Aula SMP Negeri 2 Canduang, Agam yang diikuti penenun baru. Hasilnya, rerata semua penenun mampu menghasilkan tenunan songket. Ini capaian cukup baik dan mendapat apresiasi dan respons yang positif dari masyarakat Nagari Canduang," urainya.

Ia mengatakan, pelaksanaan workshop mendapatkan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat Canduang Koto Laweh. Lalu sebuah perhelatan Alek Nagari pun digelar sebagai perayaan bagi upaya kebangkitan songket Canduang, warisan budaya masyarakat Canduang Koto Laweh.

"Perhelatan itu diberi tema Manjapuik Warih, Manaruko Jajak Lamo diselenggarakan sebagai bentuk sinergisme dan kolaborasi budaya antara masyarakat dan pelaku seni tradisi dengan program Revitalisasi Songket Canduang," terang Nanda Wirawan.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH