BUKITTINGGI - Tim dosen Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang melakukan kegiatan Pengabdian Program Kemitraan Masyarakat (PKM) terhadap anak-anak Panti Asuhan Putra Aisyiyah Kota Bukittinggi, Sumbar. Tim PKM terdiri dari Drs. Irwan, M.Sn., Drs. Ariusmedi, M.Sn., Drs. Abd Hafiz, M.Pd., dan Nabillah Kurnis (mahasiswa).
Drs. Irwan, M.Sn., menyebutkan, kegiatan pelatihan dilaksanakan mulai dari tanggal 31 Juli s.d 14 Agustus 2022, dengan jumlah peserta sebanyak 8 orang.
"Adapun tujuan kegiatan ini adalah membekali pengetahuan, wawasan dan keterampilan Anak-Anak Panti Asuhan Putra dalam bidang kerajinan cetak saring berbasis minyak agar dapat hidup mandiri apabila nantinya tidak lagi dalam tanggungan pihak yayasan," katanya.
Juga sambungnya, jika mereka dibekali dengan keterampilan, konsekuensinya keterampilan yang diperoleh dapat dijadikan sumber mata pencaharian, bahkan dapat membuka usaha sendiri serta membuka lapangan pekerjaan bagi orang lain.
Peserta yang terdiri dari Anak-Anak Panti Asuhan Putra yang sudah menunjukkan prestasi yang mengembirakan, ditandai dengan keseriusan mereka selama kegiatan dan mengerjakan karya cetak saring dengan tekun karena materi pelatihan ini merupakan lanjutan dari kegiatan pelatihan sebelumnya.

Suasana pelatihan keterampilan di Panti Asuhan Putra Aisyiyah Bukittinggi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk cetak sablon seperti: 1) baju kaos (t-shirt), 2) alas meja, 3) undangan, 4) spanduk, 5) baliho(produk berukuran besar) adalah salah satu lahan usaha yang memiliki prospek untuk meningkatkan ekonomi masyarakat serta dapat menyerap tenaga kerja yang produktif.
Ditambahkan, Drs. Ariusmedi, M.Sn., Drs. Abd Hafiz, M.Pd., berangkat dari hasil riset di atas bahwa fungsi dan nilai pakai dari hasil produk cetak sablon dapat dikembangkan menjadi lahan usaha bagi masyarakat, tidak terkecuali bagi anak-anak panti asuhan Aisyiyah Putri Bukittinggi. Hal ini didasari bahwa anak-anak panti asuhan tidak selamanya menjadi tanggungan pihak yayasan panti asuhan. Mereka akan kembali ke masyarakat dengan bekal yang sudah dimiliki selama di panti asuhan. Oleh karena itu sangat diperlukan pendidikan dan pelatihan kepada anak-anak panti asuhan salah satunya dalam bentuk keterampilan cetak sablon sebagai peluang berwirausaha.
Editor : Berita Minang






