IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Begini Jalan Panjang Mengungkap Kasus Penyiram Air Keras Novel Baswedan

Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Jawapos
Penyidik senior KPK Novel Baswedan. Jawapos
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

JAKARTA - Panjang dan berliku, akhirnya teka-teki penyiram air keras penyidik senior KPK Novel Baswedan terkuak. Pelaku berinisial ditangkap berinitial RM dan RB. Kedua kata Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers di Polda Metro, Jumat (27/12), anggota polisi aktif. Mereka kini masih menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Pengungkapan kasus teror fisik tercatat butuh waktu panjang hingga 32 bulan sejak Novel diserang pada Selasa (11/4/2017) lalu.

Kasus penyerangan dialami Novel ini, tatkala ia usai pulang salat subuh dari Masjid Jami Al Ihsan, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Lokasi masjid hanya berjarak beberapa meter dari kediaman mantan perwira menengah polisi tersebut.

Saat itu, tiba-tiba dua orang bermotor datang dan menyiramkan air keras ke wajah Novel dalam perjalanan pulang. Tak ada seorang pun yang melihat kejadian itu. Novel juga tak bisa melihat jelas pelakunya.

Usai kejadian, Novel dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Kelapa Gading Jakarta Utara dirujuk ke Jakarta Eye Center di Menteng, Jakarta Pusat. Sore harinya Novel langsung dibawa ke rumah sakit di Singapura pada 12 April 2017 untuk menjalani perawatan.

Di hari yang sama, 12 April 2017, Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas sempat meminta kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk segera membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen dari unsur Polri, NGO dan kampus yang berada langsung di bawah naungan Presiden.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Namun permintaan tersebut tak ditanggapi. Koalisi masyarakat sipil peduli KPK dan Wadah Pegawai KPK menyuarakan dan mendesak Presiden Jokowi segera membentuk TGPF. Koalisi mensinyalir adanya keterlibatan petinggi Polri dalam teror tersebut.

Bahkan, di Singapura, Novel sempat menyatakan ada keterlibatan petinggi Polri dalam teror penyerangan air keras terhadap dirinya. Novel menyampaikan hal tersebut kepada media AS TIME.

Namun desakan pembentukan TGPF tak diindahkan Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu tetap mempercayakan penanganan kasus air keras Novel kepada institusi Bhayangkara.

Di hari yang sama, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian langsung bergerak cepat membentuk tim khusus untuk menangani kasus itu. Tim tersebut merupakan gabungan dari tim Polres Jakarta Utara, Polda Metro Jaya, dan Mabes Polri.

Berselang tiga bulan kemudian tepatnya pada 31 Juli 2017, Kapolri Tito menghadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menyampaikan perkembangan penyelidikan kasus teror kepada Novel Baswedan. Tito juga menunjukkan sketsa terbaru terduga pelaku penyerang Novel.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH