IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Potensi Kekayaan Bunga Rafflesia dan Biodiversity Sumbar Disorot

Suasana diskusi bertema "Potensi dan Tantangan Raflesia serta Biodiversity Sumatera Barat". Kegiatan itu berlangsung Sabtu (12/6/2022) malam di Fabriec Bloc Padang. Doc. Interes
Suasana diskusi bertema "Potensi dan Tantangan Raflesia serta Biodiversity Sumatera Barat". Kegiatan itu berlangsung Sabtu (12/6/2022) malam di Fabriec Bloc Padang. Doc. Interes
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

PADANG - Bunga rafflesia selalu punya daya tarik sendiri bagi sebagian besar orang. Selain dilindungi, bunga ini juga tak bisa tumbuh di sembarang tempat.

Di Sumatera Barat, daerah yang paling banyak ditumbuhi bunga langka ini adalah Kabupaten Agam. Kekayaan potensi bunga rafflesia ini semakin menarik setelah seorang warga di Palupuh Agam menangkar bunga bangkai ini sejak tahun 2000.

Ia adalah Joni Hartanto, pria paruh baya yang menangkar bunga rafflesia di pekarangan rumahnya. Tahun 2009, bunga pertama mekar di luar habitatnya dan telah belasan kali mekar hingga saat ini. Keberhasilan itu turut menjaga kelestarian puspa raksasa itu di masa mendatang.

Melihat potensi ini, kanal Youtube Interes menggelar nonton bareng (nobar) kisah Joni Hartanto menangkar bunga rafflesia yang sudah tayang di kanal itu. Nobar dilanjutkan dengan diskusi bertema "Potensi dan Tantangan Raflesia serta Biodiversity Sumatera Barat". Kegiatan itu berlangsung Sabtu (12/6/2022) malam di Fabriek Bloc Padang.

Ada empat narasumber yang dihadirkan, yakni Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Ayam (BKSDA) Resor Maninjau sekaligus Pengaja Ekosistem Hutan BKSDA Sumbar Ade Putra, Kepala Jurusan Biologi Universitas Andalas Dr Wilson Novarino, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Padang Indira Suryani dan Jurnalis Mongabay Indonesia Jaka HB.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Founder Interes, Aidil Ichlas mengatakan kegiatan ini upaya menumbuhkan perhatian besar dari publik termasuk pemerintah, terhadap upaya pelestarian keanekaragaman hayati di Sumatera Barat. Menurutnya, Interes juga terus berkomitmen untuk menghadirkan konten atau tayangan yang berkualitas dan punya nilai edukasi.

"Ini persoalan yang penting, tidak hanya bagi bagi kalangan tertentu, namun juga untuk masyarakat, generasi muda karena hutan dan alam ini akan diwariskan kepada anak cucu kita kelak," katanya saat membuka kegiatan tersebut.

Kepala BKSDA Agam, Ade Putra dalam pemaparannya menyampaikan bahwa selama lima tahun terakhir pihaknya terus mengumpulkan data rafflesia, didapati bunga ini tumbuh setidaknya di 14 kabupaten kota, yang tersebar 36 titik. Khusus untuk Agam itu terdapat 16 titik sebaran.

Dengan potensi sebesar itu, lanjutnya Sumbar harusnya menjadi rumah bagi bunga rafflesia. Sebab jika dibandingkan dengan Provinsi Bengkulu yang selama ini menjadi daerah dengan branding bunga rafflesia, itu potensi di daerah Sumbar lebih tinggi.

"Data yang ada, sebaran bunga rafflesia di Bengkulu itu ada 20 titik," jelasnya.

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH