PAYAKUMBUH - Meski jabatan walikota Payakumbuh periode kedua Riza Falepi ST MT Dt.Rajo Kaampek Suku belum berakhir namun sudah tidak dihargai lagi oleh bawahannya.
Hal ini dibuktikan dengan adanya janji-janji walikota dan ada deposisi surat walikota yang dimentahkan oleh Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam hal peminjam pakai sebuah gedung kosong untuk sekretariat PWI Payakumbuh & Limapuluh Kota.
Berawal dari digusurnya Sekretariat PWI yang menempati ex kantor Dinas Pertanian di jln Ade Ima Suryani atas persetujuan Walikota, kini lahan itu dikuasai oleh Kejaksaan Negeri Payakumbuh.
Sepucuk surat dari Kejaksaan Negeri Payakumbuh yang isinya supaya mengosongkan gedung yang PWI pakai dalam waktu singkat dengan alasan bahwa Kejaksaan akan membangun kantor baru. Tapi sampai kini sudah setahun lebih belum ada tanda- tanda akan dibangunnya kantor baru di bekas kantor PWI lama yang berdiri kokoh digeluti semak belukar.
Di bekas kantor Depsos di bawah Tribun pacuan kuda Kubu Gadang PWI meng bisikan barang inventaris PWI atas persetujuan Wako Riza untuk sementara yang berdua pula dengan Pordasi.
Hal ini diungkapkan oleh ketua PWI Yusrizal ketika acara berbuka bersama anggota PWI Luak Limopuluah Sabtu 30 April di Sekretariat sementara PWI Payakumbuh/Lima Puluh Kota di Kubu Gadang.
Hadir pada acara yang bertajuk meningkatkan silaturrahmi melalui buka puasa bersama itu,Wartawan Senior non-aktif Edward DF yang sejak 2014 sampai 2024 dipercaya menjadi wakil rakyat Kota Payakumbuh serta sejumlah wartawan-wartawan senior Luak Limopuluah, dipimpin Ketua PWI Luak Nan Bungsu Yusrizal, Syafril Nita, Marjohan, Eri Mukhlis, Ebtisar, Nahar Sago, Bataruddin,Jonres Marianto, Aspon Dedi, Taufik, Afrimas, Yuridis, Wandi Syamsir, Medi Sulhendi, Nailul Badri alias Oyon,Anton Cino dan wartawan muda seperti Farhan, Medio Agusta, Wahyu Uliadi ,Syafri Aryo, dan lainnya.
Ketua PWI Yusrizal, mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan wartawan yang dapat menghadiri silaturrahmi dan berbuka puasa bersama ini. "Walau acara ini dilangsungkan di sekretariat kita yang baru dan belum representatif namun tidak mengurangi keakraban kita," ujarnya.
Editor : Marjeni Rokcalva






