PANGKALAN KERINCI - Lain lubuk lain ikannya. Boleh jadi pepatah ini untuk beras produksi di Pulau Penyalai disebut juga Pulau Mendul, Pelalawan, Riau. Daerah ini merupakan penghasil beras tanpa pupuk (zat lain) dan bisa menghasilkan beras mencapai 140.000 ton beras sekali panen. Dimana, 1 hektar bisa menghasilkan 2,5 ton beras di areal sawah seluas 7.000 hektar.
Sesuai dengan program Presiden Indonesia, "KETAHANAN PANGAN, Direktur BUMD Tuah Sekata Kabupaten Pelalawan Tengku Efrisyah Putra, Sabtu (2/4/22), berharap, beras penyalai ini bukan hanya sekali panen dalam 1 tahun namun kalau bisa 2 kali panen dalam 1 tahun. Sehingga produksinya melimpah dan bisa dijual ke mana-mana.
"Bila ini terjadi dan tentu memerlukan para tenaga ahli ilmu pertanian, Pelalawan bisa menjadi promotor ekspor beras kelak, ke daerah di Indonesia atau ke luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Apalagi, jarak Pulau Penyalai dengan dua negara tetangga ini lebih kurang dua jam via speedboat," kata Putra.
"Sebab itu saya sudah mengirimkan surat ke bapak presiden RI ke 7 Pak Jokowi, isi surat salahnya satu soal beras penyalai, namun sampai saat ini respon pemerintah pusat terkait surat tersebut belum ada balasan, mungkin belum sampai ke tangan PAK JOKOWI," kata direktur BUMD PD.Tuah Sekata ini.
Bahkan, katanya, ia bermimpi membuka tabir kebahagian bagi penduduk pulau penyalai yang lebih kurang ada sekitar 500 KK jadi petani sukses.
"Bisa menjadi ikon kota Pelalawan jugo," harap Putra bersemangat. (Im/Jen)
Editor : Berita Minang






