IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. pada Wisuda UNP: Perlu Kemerdekaan Belajar di Universitas

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. hari kedua ini (15/12) kembali mewisuda lulusan Universitas Negeri Padang bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang.
Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. hari kedua ini (15/12) kembali mewisuda lulusan Universitas Negeri Padang bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Padang-Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. hari kedua ini (15/12) kembali mewisuda lulusan Universitas Negeri Padang bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang.

Pada kesempatan itu, dalam pidato wisuda, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menjelaskan jika dirujuk pemikiran tokoh pendidikan Paulo Freire, seorang tokoh kritis dalam dunia pendidikan, yang lahir di Brazil, tentang konsep pendidikan pembebasan dalam bukunya berjudul "Pedagogy of Freedom: Ethics, Democracy, and Civic Courage" terbitan tahun 2000, maka pendidikan merupakan usaha untuk membebaskan manusia

Lebih lanjut Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. mengemukakan bahwa usaha untuk mengembalikan fungsi pendidikan sebagai alat yang membebaskan manusia dari berbagai bentuk penindasan dan ketertindasan. Menurut Ganefri, pendidikan bisa disebut sebagai usaha untuk "memanusiakan manusia" (humanisasi).

Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. menyatakan dengan menggunakan pendekatan humanis, Paulo Freire membangun konsep pendidikannya, mulai dari konsep manusia sebagai subjek aktif. Manusia adalah makhluk praksis, yakni makhluk yang dapat beraksi dan berefleksi dengan menggunakan pikirannya.

Pada sambutan wisuda itu, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D. mengemukakan bahwa sejalan dengan isu tersebut, tahun 2019 ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, merancang berbagai arah kebijakan pengembangkan pendidikan dalam pengembangan SDM Unggul dan salah satu isu penting yang mengemuka khususnya di jenjang Perguruan Tinggi, adalah "kemerdekaan belajar, guru/ dosen pengerak".

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Merujuk isu penting pendidikan di perguruan tinggi tersebut, Rektor Prof. Ganefri menjelaskan kembali bahwa kampus boleh membuka program studi baru yang relevan dan menutup program studi yang tidak relevan.

Hal penting kedua jelas Ganefri, mahasiswa tidak diikat oleh prodi. Prodi menyediakan mata kuliah dan dosen, mahasiswa boleh memilah dan memilihnya sesuai dengan kompetensi yang diinginkan dan artinya mahasiswa bebas membentuk puzzle-nya sendiri.

Hal penting ketiga menurut Rektor Ganefri, dosen bebas menggunakan strategi, metode, dan teknik pembelajaran yang sesuai dengan subjek dan objek pembelajarannya,

"Dosen bebas memilih mau jadi peneliti hebat dengan H-indeks Scopus selangit atau menjadi guru/ dosen pengajar hebat yang menghasilkan murid-murid yang hebat, demikian juga Perguruan Tinggi merdeka dalam memilih mau jadi research university, teaching university, atau entrepreneurial university," tambah Rektor Ganefri.

Hal penting kelima menurut Rektor UNP, pemerintah tidak perlu ikut campur dalam pelaksanaan pembelajaran, tetapi hanya menentukan standar minimal saja,

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH