PADANG - Hasil penelitian dari perguruan tinggi mestinya menghasilkan informasi ilmiah sebagai dasar bagi pihak pemerintah, swasta (industri) maupun masyarakat dalam menyusun perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan atau bisnis; invensi yang menjadi inovasi teknologi maupun nonteknologi.
Demikian disampaikan oleh Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S. yang merupakan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University dalam orasi ilmiah pada Upacara Wisuda ke-126 Universitas Negeri Padang bertempat di Auditorium Kampus UNP Air Tawar Padang pada Minggu (20/3).
Selain itu, kata Rokhmin Dahuri, yang merupakan Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (2020 -- 2024);hasil penelitian dari perguruan tinggi mestinya juga menghasilkan informasi ilmiah dalam bentuk publikasi ilimiah di jurnal ternama (terbaik) pada bidang ilmunya, baik di tingkat nasional maupun internasional dan semakin meningkatkan Iman dan Taqwa (Imtaq) para peneliti dan manusia menurut agama masing-masing.
"Demikian pula kegiatan Pengabdian pada Masyarakat yang dilakukan oleh perguruan tinggi harus diarahkan untuk membantu masyarakat dan pemerintah setempat supaya lebih memiliki kompetensi dan kapasitas pembangunan serta berusaha (berbisnis), beretos kerja unggul, berakhlak mulia, dan beriman dan taqwa kepada Tuhan YME menurut agama masing-masing sesuai koridor Pancasila," tambah Rokhmin.
Menurutnya, setiap insan, tak terkecuali wisudawan UNP (Universitas Negeri Padang) yang diwisuda pada hari ini, mendambakan kehidupan yang sukses dan bahagia. Lebih dari itu, sebagai warga negara dan warga dunia yang baik, seorang alumni Perguruan Tinggi (PT) yang sukses juga diharapkan turut berkontribusi signifikan bagi terwujudnya Indonesia Emas.
"Untuk menjadi alumni yang berhasil dan UNP menjadi a WCU, kita mesti memahami kondisi kehidupan dan status pembangunan bangsa kita saat ini, dan Peta Jalan (Road Map) Pembangunan Bangsa Menuju Indonesia Emas pada 2045. Selain kondisi dan status pembangunan sekarang (existing development status), Peta Jalan Pembangunan Bangsa yang tepat dan benar juga mesti mempertimbangkan potensi dan permasalahan pembangunan, dan dinamika peradaban global," tambahnya.
Lebih lanjut katanya, pemahaman mengenai segenap informasi pembangunan tersebut seyogyanya menjadi dasar bagi para alumni dan UNP pada khususnya, dan rakyat Indonesia pada umumnya, untuk mengidentifikasi dan memetakan kebutuhan pembangunan dan jenis pekerjaan karakteristik SDM (Sumber Daya Manusia), sistem pendidikan, riset, inovasi, dan informasi yang dibutuhkan untuk masa kini mapun masa depan.
Secara khusus, Prof. Rokhmin, menyampaikan dalam kaitannya dengan pembangunan Agro-Maritim, UNP mesti membuka Prodi (Program Studi) bahkan Fakultas baru yang relevan dengan IPTEK dan expertise (keahlian) yang dibutuhkan untuk pembangunan Agro-Maritim dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas, paling lambat pada 2045.
"Program Studi atau Fakultas baru itu antara lain adalah Nano-Bioteknologi Kelautan, Coastal and Ocean Engineering, Energi Kelautan, Teknik Perkapalan, Manajemen Pelabuhan dan Logistik Maritim, Pariwisata Bahari, dan Industry 4.0 Maritim," tambah Prof. Rokhmin.
Editor : Berita Minang






