"Kini ikan payah. Dagiang maha. Biasonyo nan lain tu ado. Tapi hari kini yo ndak ado," jawab Mak Win santai penuh keakraban. Sepertinya Mak Win sudah mahir bersilat kata.
Akhirnya kami makan juga hidangan Mak Win: ayam panggang, gulai kuning kuah lobak. Ternyata rasanya memang enak. Maknyus. Mungkin karena perut kami lapar. Sehingga bisa juga makan bertambuh hingga kenyang. Harga nasi pun menenggang. Hanya Rp.20 ribu per orang.
Dijamu Kominfo Mentawai
Sebelum magrib, pesan masuk ke WA saya dari Kadis Kominfotik Sumbar, Jasman Rizal. Dia mengundang untuk berjumpa dengan Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kementerian Kominfo RI, Usman Kansong di Sikokong Kafe, Mapadegat, pukul 19.00 WIB.
Setelah shalat magrib, saya naik ojek motor di depan Masjid Assalam Tua Pejat. Membaca tulisan assalam, saya teringat mushalla As Salim di Penpes Darul Ulum, Padang Magek Tanah Datar, yang kini masih belum selesai meski sudah dipakai.
Setelah menempuh jalan aspal, belok ke kanan jelan tanah. Akhirnya kami diturunkan di tepi jalan depan sebuah kafe yang lengang. Ojek itu langsung putar balik. Saya tanya pelayan kafe itu. Ternyata kafe tempat pertemuan masih beberapa ratus meter lagi. Bukan di situ rupanya. Mungkin karena gelap, tukang ojek lupa mengantar kami sampai ketujuan sebenarnya.
Tapi itu tidak masalah. Biasa saja memasuki daerah baru. Kafe pertama itu bernama, simagirau. Meskipun begitu pengelola simagirau bersedia mengantar kami ke sikokong. Dua orang anggota simagirau, Raul dan Iwan mengantar kami dengan motor, suka rela. Saya berterimakasih pada mereka.
Sampai di kafe sikokong, rupanya Pak Dirjen sudah duduk bersama rombongan. Kami duduk satu meja panjang dengan mereka. Ada Jasman Rizal, Zahirman Kadis Kominfo Padang Pariaman dan Kadis Kominfo Mentawai Heri Robertus dan dari beberapa daerah lain.
Saya duduk persis depan Dirjen IKP. Kami berdiskusi santai sambil minum kelapa muda dan mencicipi martabak mie. Tuan rumah Kominfo Mentawai sengaja mengundang makan malam. Diskusi terhenti karena Usman dan Jasman harus menghadiri acara Pak Gubernur. Sepeninggal mereka, kami lanjut makan ikan panggang.
Editor : Berita Minang






