Pagi Senin, (7/3), pukul 07:00, rombongan Gubernur, Forkopimda Provinsi, Bupati/Walikota, Narasumber dari Jakarta, Peserta Rakor, naik kapal Mentawai Fast. Sebelumnya seluruh rombongan ikut Test Rapid Antigen difasilitasi Pemda Mentawai.
Saya lihat karcis tempat duduk saya di bangku nomor V04H. Kata petugas itu ruang vip. Tapi saya pilih, biarlah di galadak (deck) atas saja. Supaya lepas pemandangan. Bisa pula menghirup udara segar.
Saat ini ke Mentawai dengan Kapal Cepat Mentawai Fast, waktu tempuh 3,5 jam saja. Berangkat pukul 07:00 tiba di Tua Pejat 10:30. Harga tiket Rp 250 ribu sekali jalan. Fasilitas ini pula yang mendukung potensi wisata alam dan budaya Kepulauan Mentawai, untuk dikunjungi wisatawan.
Traveler bisa menjelajahi 4 pulau utama di Mentawai: Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan. Kalau ke Mentawai, dengan Kapal Mentawai Fast, beli tiketnya di Pelabuhan Muara, Padang. Berangkat : Senin, Rabu, Jum'at ke Tua Pejat. Selasa, Kamis, Sabtu ke Siberut. Hari Ahad ke Sioban dan Tua Pejat.
Ketika memilih tempat di deck menuju Tua Pejat, saya berjumpa Eki Hari Purnama, Kadis Kominfo Kabupaten 50 Kota. Kami sama jadi wartawan di masa muda dulu, pertengahan tahun 1990-an. Eki wartawan Harian Singgalang. Saya Mingguan Limbago dan Harian Terbit. Kami sering mendampingi kunjungan kerja Gubernur Hasan Basri Durin ke luar daerah.
Selain Eki saya juga jumpa Eri Sanjaya, Kadis Pariwisata Kota Padang. Dengan Eri saya sama kuliah S2 di Fisip UGM tahun 2001-2003. Eri tugas belajar dari Pemerintah Kota Padang. Saya tugas belajar dari Kantor Gubernur Sumbar.
Tak terasa waktu terus berjalan. Pagi itu udara tidak panas. Tidak juga hujan. Mendung memberi teduh. Nikmat Tuhan mana lagi yang akan didustakan. Suasana pagi yang indah di lautan lepas.
Pukul 10.30 WIB, penumpang turun di Pelabuhan Tua Pejat. Tuan rumah sudah menunggu dengan kertas karton bertulis nama daerah yang datang.
Sampai di Mentawai
Editor : Berita Minang






