IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Sedikit Cerita Rakor dari Mentawai yang Indah

Penulis diatas kapal menuju Mentawai. Ist.
Penulis diatas kapal menuju Mentawai. Ist.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SUDAH lama saya tidak ke Mentawai. Dulu pernah pada tahun 1999, bersama Kabiro Humas Pemprov Sumbar, Zul Khaidir (almarhum). Masa itu sejumlah pejabat kantor Gubernur Sumbar, melihat kesiapan pembangunan Tua Pejat, yang jadi Ibu Kota Kabupaten Kepulauan Mentawai. Beberapa bangunan pemerintah sedang dibangun. Masih lengang. Rumah rumah warga banyak dari kayu.

Kami bersama sama naik kapal KMP Barau dari Pelabuhah Bungus Teluk Kabung, Kota Padang. Semalam lamanya di kapal yang sarat muatan barang barang pedagang itu. Berangkat pukul 20:00. Tiba pukul 07:00 pagi. KMP Barau cukup besar. Bisa muat banyak sepeda motor dan beberapa mobil di lambungnya. Pelayaran terasa nyaman bersama kapal ini.

Selanjutnya, dari Pelabuhan Tua Pejat, kami dibawa pula belayar sampai ke Sikabaluan. Lumayan jauh. Tapi enak dan nyaman melihat laut dan tepian pulau yang dilewati. Waktu itu, Sikabaluan belum ramai. Saya ingat ada orang Pariaman buka kedai menjahit dekat kantor Camat Sikabaluan. Tidak besar kedainya, dia sendiri saja menjahit. Dia sempat bertanya. Apa keuntungannya kalau Mentawai jadi kabupaten?

Saya jawab seadanya, "Urusan masyarakat akan lebih mudah. Tidak perlu lagi jauh jauh ke Pariaman mengurus keperluan, seperti surat surat yang diperlukan."

"Oh, itu saja," balasnya sambil menggosok kain jahitan dengan kuku ibu jari tangan kanannya.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
"Kalau pembangunan, nanti Bapak rasakan sajalah sendiri," tambah saya sambil mengalihkan pembicaraan. Saya tak ingat lagi apa yang kami bicarakan selanjutnya.

Kini sudah 20 tahun lebih, saya datang kembali ke Mentawai bersama rombongan Guberur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah dan Walikota Padang Panjang Fadly Amran. Ternyata Tua Pejat sudah ramai. Sudah ada penginapan. Banyak toko. Banyak kafe tempat minum. Banyak tempat makan nasi. Sudah banyak pula bangunan warga dari beton.

Kabupaten Kepulauan Mentawai dibentuk berdasarkan UU RI No. 49 Tahun 1999. Tanggal 4 Oktober 1999. Sebelumnya, Mentawai masih bagian dari Kabupaten Padang Pariaman. Kini rombongan gubernur datang dalam rangka Rakor Bupati/Walikota se Sumatera Barat, 7-8 Maret 2022. Sekaligus Malam Pelepasan Purna Tugas Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, S.E., M.M.

Yudas adalah Bupati Kepulauan Mentawai dua periode: 2011--2016 dan 2017--2022. Sebelumnya dia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Kepulauan Mentawai periode 2006--2011, masa periode kedua Bupati Edison Saleleubaja. Masa tugasnya berakhir Mei nanti.

Perjalanan ke Mentawai

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH