Sebagai pelopor Festival Pamalayu, Sutan Riska tentu saja berbangga iven gagasannya berhasil masuk sebagai agenda Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Pasalnya kegiatan yang awalnya hanya diagendakan di Dharmasraya akan tetapi mampu menarik minat pemerintah pusat untuk dijadikan sebagai iven yang lebih besar dan komprehensif.
Dalam presentasi awalnya di depan Hilmar Farid, Sutan Riska dan Pemkab Dharmasraya yang bekerjasama dengan Langgam Productions berharap Festival Pamalayu episode kedua bisa memberi pengaruh yang lebih besar seperti sebelumnya terhadap isu yang sekarang sedang menjadi kecemasan.
"Festival Pamalayu episode kedua akan fokus mengangkat isu lingkungan. Di tengah ancaman krisis iklim, krisis pangan, krisis ekonomi dan krisis jati diri, perlu ada kampanye besar-besaran agar krisis tersebut bisa di atasi. Kegiatan akan kembali dihelat dalam kemasan edukatif, entertaint, dan atraktif", ujar Sutan Riska.
Adapun rencana rangkaian acara Festival Pamalayu jilid 2 yang akan dilaksanakan di Kabupaten Dharmasraya meliputi lidar (drone), Seminar Arkeologi Pulau Sawah dan Padang Roco, drama musikal, arung pamalayu, rangkaian aktivasi area Tanah Datar, dan ekspedisi.
Guna pematangan rencana kegiatan, Sutan Riska akan melaksanakan pertemuan lebih lanjut dengan Dirjen Kebudayaan, yang diagendakan pada bulan April 2022 di Kabupaten Dharmasraya. (Eko/Je)
MARI BERSIAP, BERSAMA KITA BUAT GERAKAN BESAR UNTUK PERUBAHAN YANG LEBIK BAIK DEMI MASA DEPAN BUMI DAN SEISINYA. SELAMAT DATANG FESTIVAL PAMALAYU EPISODE DUA DENGAN TEMA KESELARASAN ALAM RAYA
Editor :






