IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Festival Pamalayu Jilid 2 Segera Digelar, Bakal Libatkan Sejumlah Daerah di Luar Sumbar

Bupati Dharmasraya Sutan Riska.
Bupati Dharmasraya Sutan Riska.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Selain itu, pelaku usaha disektor pariwisata, seperti perhotelan, rumah makan dan restoran juga ikut ketiban rezeki. Dengan banyaknya kunjungan ke Dharmasraya, okupansi kamar Hotel saat momen tersebut selalu di atas 90 persen. Rumah-rumah makan dan restoran juga selalu ramai.

Luar biasanya, nilai transaksi terkait Festival Pamalayu ditaksir mencapai Rp 20 Miliar. Padahal biaya kegiatan yang dialokasikan hanya sekitar Rp. 2 Miliar. Dan tentu saja nilai yang tidak terhingga adalah kemashuran Dharmasraya pada masa lalu dan perkembangan pesatnya masa kini telah menyebar ke seantero negeri.

Tingginya antusiasme publik terhadap Festival Pamalayu serta cerita sukses penyelenggaraannya ternyata telah menjadi perhatian petinggi negara. Bahkan Presiden Joko Widodo melalui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko-pun menyampaikan apresiasi khusus kepada Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan beserta seluruh aktivis, budayawan, sejarawan, tokoh adat, jurnalis dan evant organizer yang turut serta mensukseskan kegiatan tersebut.

Atas dasar sukses gelaran pertama itu, Sutan Riska dan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya sebetulnya ingin mengagendakan iven itu pada tahun berikutnya. Akan tetapi peristiwa Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuyarkan segalanya. Fokus pemerintah daerah lebih diarahkan kepada penanggulangan dampak Pandemi. Lagipun selama dua tahun belakangan pemerintah menganjurkan sosial distancing. Segala kegiatan yang mengundang keramaian disarankan untuk ditunda.

Tahun 2022 ini, setelah pelaksanaan vaksinasi dirasa sudah dapat membentuk herd imunity, Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mewacanakan akan menghadirkan kembali Festival Pamalayu edisi ke dua. Tak tanggung-tanggung iven kali ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi.

Jika iven perdana hanya melibatkan Kabupaten Dharmasraya sebagai penyelenggara, maka tahun ini juga akan mengikutsertakan sejumlah kabupaten/kota sealiran Sungai Batanghari.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Penglibatan daerah-daerah lain di aliran Batanghari didasari karena sungai tersebut menjadi pusaran peradaban tanah Melayu semasa itu. Peristiwa Ekspedisi Pamalayu juga tidak terlepas dari peran besar Batanghari sebagai urat nadinya Pulau Swarnabhumi. Banyak bukti sejarah peradaban masa lalu yang ditemukan disepanjang aliran Batanghari yang layak diangkat kembali pada momentum Festival Pamalayu jilid 2 ini.

Adapun daerah-daerah yang akan ambil bagian adalah Kota Jambi, Kabupaten Muara Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Pemerintah Provinsi Jambi. Kemudian, selain Dharmasraya sebagai pelopor, di Provinsi Sumatera Barat juga akan dilaksanakan sejumlah kegiatan pendukung di Kabupaten Tanah Datar.

Atas rencana itu, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Kabudayaan mengundang Sutan Riska. Pertemuan dengan Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid digelar di Kantor BPCB Provinsi Jambi pada Rabu (23/02) guna membicarakan pematangan rencana kegiatan dimaksud.

Turut hadir Gubernur Jambi Al Haris, budayawan Wenri Wanhar, Direktur Perfilman dan Media Baru, Ahmad Mahendra, Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Jambi Agus Widyatmoko, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar Novrial, Asisten Ekbang Kabupaten Dharmasraya, Yefrinaldi, Kepala Dinas Budaya, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dharmasraya Sutan Taufik, Anggota DPRD Kabupaten Dharmasraya yang juga Raja Padang Laweh, Sutan Alif Tuanku Bagindo Sutan Muhammad, dan Sutan Hendri Bagindo Ratu Raja Siguntur.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH