IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Benarkah Karya Seni Rupa Sumbar Belum Mampu Jadi Tuan Rumah di Negeri Sendiri?

Zoel Mannix, Kampung Nelayan, 105 x 55 cm akrilik, 2020
Zoel Mannix, Kampung Nelayan, 105 x 55 cm akrilik, 2020
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Mengambil contoh melukis, mematung atau menciptakan karya seni lainnya bukan hanya sebatas menuangkan ide/imajinasi kepermukaan menjadi karya, tanpa menyentuh substansi konsep dan makna karya secara utuh. Konsep dapat ditelisik dari persoalan kakikat seni rupa, serta aspek-aspek lain di dalamnya. Makna simbol merupakan representasi pencipta, misalnya apa yang ditawarkan kepada penikmat atau publik hingga pemahaman karya benar-benar komunikatif antara karya seni dan penikmat.

Melihat perkembangan kekaryaan yang digeluti teman-teman seniman seni rupa di Sumatera Barat tidak berjalan seimbang dengan semangat berkumpul dan ber organisasi melalui komunitas atau perkumpulan.

Karya-karya seniman seni rupa terutama yang berada di Sumatera Barat dengan segala kelebihan dan kekurangannya sesuai sifatnya yang lebih manusiawi dan tidak diragukan lagi. Karena rata-rata seniman seni rupa yang berpameran, berkarya dan berpameran lagi di daerah ini setidaknya telah memiliki pengalaman empiris yang luar biasa terhadap apa yang direspon kepermukaan ditandai banyak iven atau pameran yang diikuti masing-masing perupa.

Hal yang menarik dari kegiatan pameran seni rupa selama ini, muncul pertanyaan publik ; adalah seberapa banyak karya-karya terbaik hasil penjelajahan kreativitas seniman bisa dikoleksi oleh kolektor atau setidaknya bagi pemprov, pemkab/pemkot se Sumatera Barat sebagai aset berharga di masing-masing OPD?

Hal ini pulalah yang belum terjawab dengan pasti. Karena di Sumatera Barat baru ada kegiatan pameran, berkarya dan pameran lagi. Kalau pun ada dikoleksi karya-karya terbaik tersebut, lebih kepada hubungan person antara seniman dan pengoleksi karya seniman itu sendiri.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Bahkan sejak lebih tiga tahun silam saat Gunernur dan Wakil Gubernur Sumbar masih di jabat Irwan Prayitno dan Nasrul Abit (alm), melalui stackholder yang ada seringkali ada himbauan, ajakan bahkan diperkuat rekomendasi Gubernur dan Wakil Gubernur, agar OPD, BUMD dan BUMN yang ada di Sumatera Barat turut mengoleksi karya-karya terbaik para seniman sebagai aset berharga masing-masing OPD dan BUMD dan BUMN. Tetapi belum membuahkan hasil seperti yang diharapkan.

Karena itulah tak heran sesungguhnya, jika kerangka berfikir dan sudut pandang atau paradigma kita terhadap kesenian -- seperti seni rupa -- tetap saja berbeda dan bersilang jauh melalui hasil perjalanan kesenian sebagai entitas yang teramat kongkrit sekaligus abstrak dalam peradaban manusia. (***)

Muharyadi, Pengamat seni rupa, jurnalis dan kurator tinggal di Padang

Editor : Berita Minang
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH