"Kita (pengamanan) enggak lagi menggunakan itu (granat asap). Brimob sudah tak menggunakan itu. Itu poin pentingnya," kata Wadankor Brimob Brigjen Abdul Rakhman kepada kumparan, Selasa (3/12).
Rakhman menjelaskan, pihaknya dalam pengamanan Reuni 212 hanya mempersiapkan gas air mata dan flang (bom asap), sebagai antisipasi terjadinya potensi keributan.
"Kami menggunakan bom asap atau flang," ucap Rakhman.
Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Eddy Pramono dan Pangdam Jaya Mayjen Eko Margiyono memastikan sumber ledakan di Monas berasal dari granat asap dan bukanlah bom bunuh diri.
"Mengalami luka-luka pada tangan kanan dan kiri yang satu. Satu lagi di bagian paha," kata Eddy di Monas, Jakarta Pusat, Selasa (3/12) sebagaimana dikutip dari kumparancom.
(MR, tirto dan kumparan) Editor : Berita Minang






