PAYAKUMBUH - Pemko Payakumbuh melalui Kepala Dinas Pertanian Depi Sastra bersama Camat Lamposi Tigo Nagori (Latina) David Bachri dan unsur dinas PUPR serta penyuluh pertanian meninjau beberapa persawahan warga di Parambahan yang tergenang air akibat hujan deras yang melanda Payakumbuh beberapa hari terakhir.
"Kita mendata sawah yang terkena dampak oleh banjir, berapa luas yang terkena dan bagaimana kondisi tanaman disini, untuk dilaporkan kepada pimpinan kita Bapak Walikota bagaimana kebijakan yang akan diambil," kata Depi Sastra, Selasa (26/11).
Untuk bisa memetakan kondisi dampak pasca luapan air batang pulau yang menggenangi sawah warga yang tanamannya bervariasi itu, Depi meminta bagian Humas untuk menerbangkan drone melihat kondisi area pertanian di wilayah tersebut.
Sementara Camat Latina David Bachri mengatakan banjir yang terjadi di persawahan warga ini merupakan dampak dari pembangunan normalisasi Batang Pulau yang sempat terhenti akibat terkendala masalah lahan.
Namun, berkat kepiawaian dari bapak camat, akhirnya pada tahun ini, pembebasan lahan tersebut telah diselesaikan, dan solusi dari permasalahan banjir di Parambahan ini adalah memang dengan melanjutkan program normalisasi Batang Pulau.
"Normalisasi ini adalah prioritas nomor satu kita dalam musrenbang 2019 yang akan dilaksanakan pada 2020, karena apabila tidak di normalisasi maka akan seperti ini terus terjadi banjir, makanya kita melibatkan pihak-pihak terkait termasuk pemilik tanah, karena ini menyangkut kepentingan banyak orang," pungkas camat.
(Yus) Editor :






