Inovasi UNP Ciptakan Material Aktif Anti Virus di Forum Internasional

PENDIDIKAN-856 hit

Padang-Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) Malaysia mengadakan International Conference On Science, Technology, Engineering, & Mathematics (ICSTEM), dan 9Th International Postgraduate Conference On Science & Matthematics (IPSSM) secara Virtual, Sabtu (7/8).

Pada kegiatan ini, salah seorang Keynote Speakernya merupakan Dosen dan Peneliti dari Universitas Negeri Padang, Dr. Rahadian Zainul, S.Pd., M.Si., Peneliti dari Jurusan Kimia Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Padang (UNP) menyampaikan topik "Kajian material aktif (Oksida Tembaga) yang dapat menekan penyebaran Covid-19".

Pada kesempatan tersebut, Rahadian yang juga Kepala Pusat InovasiLembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) UNP menggagas inovasi cat dan pelapis yang dapat berfungsi sebagai in-aktifator Virus Sars-Cov-2. Dalam penelitian ini, peneliti yang mendapat berbagai hibah riset ini melibatkan Tim dari Universitas Pattimura, Dr. Mirella Fonda Mahury, dan Peneliti muda dari Lembaga Computational Riset Biologi Molekular, Generasi Biologi Indonesia, Dr. Viol Dhea Kharisma.

Baca Juga


Bahkan, menurut paparan Rahadian lagi, tim riset ini juga melibatkan 70 orang mahasiswa Kimia FMIPA UNP dalam pengolahan data, dan pembuatan koordinat dan proses pengujian.

Sejalan dengan itu, Rahadian mengungkapkan riset ini masih dalam tahap studi komputasi atau In Silico. Pada tahun 2022, proses selanjutnya adalah pengujian di laboratorium mikrobiologi. Tahapan ini akan meliputi, peneliti dan tim akan melihat dan mengukur kemampuan material terhadap penekanan dan peng-in-aktifasian Virus Sars-Cov-2.

"Kami melakukan pada sisi aspek kimia fisika, atau interaksi antara Spike Virus Sars-Cov-2 dengan material aktif yang dibuat," jawabnya ketika dihubungi redaksi portal beritaminang.com.

Namun, lanjutnya, pada implementasinya nanti pada tahun ke-3, material yang disintesis akan diterapkan pada cat dan pelapis yang bisa membatasi pergerakan virus sehingga bisa menjadi solusi atas masalah pandemik jangka panjang.

Ketika ditanya, bagaimana produk ini nanti bisa masuk di pasaran, peneliti berkomentar bahwa prosesnya tentu akan melalui tahapan.

"Produk inovasi ini akan masuk pasar setelah pengujian di lapangan, dan lulus perlindungan hak paten. Kami akan mengajukan Paten Produk, atas nama Universitas Negeri Padang, dan setelah itu baru prosesnya bisa masuk ke dunia industri dan msyarakat luas," ungkapnya di sela acara tersebut.

Universitas Negeri Padang sebagai Universitas terbaik ke-5 di Indonesia menurut Scimago Rangkings, patut berbangga, dengan hadirnya berbagai karya civitas akademika yang dapat menjadi kontribusi bagi persoalan bangsa dan dunia. Selamat UNP, inovasi untuk Negeri. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru