IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Masyarakat Nagari Katialo Mohon Pemkab Solok Perbaiki Ruas Jalan Kabupaten

Masyarakat Nagari Katialo terbiasa dengan kehidupan sosial bergotong roying. Mereka berharap Pemkab Solok memperbaiki jalan kabupaten yang rusak dan berlobang. Foto: Hen
Masyarakat Nagari Katialo terbiasa dengan kehidupan sosial bergotong roying. Mereka berharap Pemkab Solok memperbaiki jalan kabupaten yang rusak dan berlobang. Foto: Hen
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

SOLOK, KATIALO - Semangat gotong royong di Kenagarian Katialo, Kecamatan X Koto Diatas, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih membudaya ditengah menipisnya rasa sosial kemasyarakatan dan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari warga masyarakat diberbagai kenagarian lain.

"Kami sudah terbiasa, bahkan telah membudayakan sikap kegotongroyongan sejak lama. Alhamdulillah, dengan membangun rasa kebersamaan dan peduli lingkungan, setiap bulan sudah kami agendakan kegiatan goro melibatkan berbagai unsur tokoh dan masyarakat serta Bundo Kandung," ungkap Syukrion Edi, Walinagari Katialo kepada beritaminang.com melalui daring kemarin (17/6) petang.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Goro, lanjut dia, tidak hanya membersihkan jalan dan saluran air, tetapi juga menata taman dan kebun dasawisma serta rumah ibadah dan tempat umum lainnya. Sehingga dengan kegiatan goro ini masyarakat akan lebih dekat dengan lingkungan dan saling bahu-membahu dalam kegiatan yang bersifat sosial tersebut. Selain itu budaya goro juga mampu merekat persatuan dalam nagari. Hal itulah yang dirasakan masyarakat Katialo dengan penduduk sekitar 938 jiwa ini.

Walinagari Syukrion Edi menaruh harapan kepada Pemerintah Kabupaten Solok untuk memperhatikan kondisi infrastruktur jalan yang saat ini semakin bertambah parah dan butuh perbaikan serta pengaspalan jalan kabupaten sepanjang 4.5 kilometer dari Katialo ke Air Batumbuk dan Ganting Balai yang menghubungkan nagari Katialo dan Sibarambang.

"Kami memohon kepada Pak Bupati Epiardi Asda untuk memperhatikan nagari kami yang jauh dan berada diujung perbatasan Kabupaten Solok dengan Kabupaten Tanah Datar dan Kota Sawahlunto ini. Termasuk bagaimana kerusakan infrastruktur jalan kabupaten yang sudah banyak berlubang-lubang sehingga bisa mengancam keselamatan pengguna jalan," tukuknya, ditemani Hendrizon, penggerak masyarakat pertanian di Kecamatan X Kota Diatas. (Iyos)

Editor : Marjeni Rokcalva
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat

ace99play

slot777