Anggota Komisi IX DPR RI Realisasikan BLK Komunitas Ponpes Ababil Lunto

PENDIDIKAN-735 hit

SAWAHLUNTO - Masyarakat Kenagarian Lunto, Kecamatan Lembah Segar,Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, bersyukur dengan terealisasinya impian mereka meraih satu unit Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Komunitas Kejuruan Teknik Informatika yang dibangun dengan dana APBN senilai Rp Rp 500 juta plus fasilitas 16 perangkat komputer dengan 2 instruktur terlatih yang diresmikan penggunaannya oleh Drs.H.Darusl Siska, Anggota DPR RI Komisi IX asal Daerah Pemilihan Sumbar I di Pondok Pesantren Ababil, Desa Lunto Timur, Rabu (21/4/21).

Darul Siska, kepada beritaminang.com yang mewawancarainya secara dorstop mengutarakan, keberadaan pembangunan BLK ini bertujuan untuk menunjang peningkatkan kemampuan peserta didik di Ponpes Ababil, serta kalangan pemuda khusunya dilingkungan kenagarian Lunto dan pada umumnya untuk warga Sawahlunto.

Dengan tersedianya sarana dan prasarana itu, warga kenagarian Lunto dapat memanfaatkan serta merawat BLK Komunitas tersebut dengan baik. Karena bisa digunakan untuk menguasai informasi sehingga berpotensi dapat menciptakan lapangan pekerjaan, karena ditengah era teknologi informasi saat ini masyarakat harus mampu memanfaatkan sarana itu untuk kegiatan perdagangan atau berjualan secara online. Selain sebagai untuk melamar pekerjaan serta mengikuti proses administrasi program kartu pra kerja.

Baca Juga


"BLK Komunitas ini dapat menjadi pintu masuk bagi mereka yang menginginkan meraih peluang kerja atau untuk membuka lapangan kerja. Karena keberadaan BLK ini bertujuan untuk menurunkan angka pengangguran serta mempersiapkan tenaga terampil yang kompetensi dan berdaya saing secara nasional dan internasional. Saya harapkan peserta didik dan pemuda sekitar dapat memanfaatkan gedung dengan prasarananya dengan baik" Ungkap Darul Siska dengan nada datar usai peresmian gedung tersebut.

Dikatakan dia, Selaku Anggota Komisi IX DPR RI yang berasal dari Wilayah Pemilihan Sumbar I, pihaknya tahun ini akan mengusulkan pembangunan BLK Komunitas untuk Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, dan Kota Solok.

Terpisah, Walikota Sawahlunto Deri Asta dibagian sambutannya pada acara tersebut mengatakan, BLK Komunitas ini merupakan yang pertama ada di Kota Sawahlunto. Dengan demikian masyarakat kenagarian Lunto patut mensyukurinya karena hal ini merupakan program sangat penting dalam upaya penguatan kemampuan dan keahlian warga memanfaatkan teknologi informasi dengan terampil. Hal ini sejalan dengan visi dan misi pemerintahan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dengan adanya BLK Komunitas ini lanjut dia, kelak Sawahlunto mampu membina kalangan enterpreneur agar bekerkembang menggunakan teknologi informasi sebagai upaya menekan angka pengangguran.

"Masyarakat Kenagarian Lunto patut mensyukurinya, seandainya Pak. Darul Siska bukan putra Sawahlunto, belum tentu BLK Komunitas ini berdiri disini. Kita tahu beliau memiliki akses luas untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sawahlunto dan Sumbar pada umumnya. Kita berharap bantuan Pak Darus Siska tak hanya sebatas BLK Komunitas tapi juga turut membantu perjuangan membangun gedung BLK Kota Sawahlunto yang masih belum memadai." Tutur dia.

Ketua Yayasan Ponpes Ababil Yusnaldi S.Pd di dampingi PJS KAN Lunto Brori Agusta Khatib Malano menyebutkan, perencanaaan pembangunan BLK diajukan Maret 2020, kemudian pembangunan dimulai 27 Oktober 2020 dan selesai 8 Maret 2021. BLK Komunitas ini menurut dia berpotensi dapat menurunkan angka pengangguran di Kenagarian Lunto yang terbagi dari dua desa yakni Desa Lunto Barat dan Lunto Timur yang jumlah penganggurannya sekitar 20 persen dari jumlah total penduduk dari kedua desa sekitar 2.500 jiwa.

Ditambahkan Yusnaldi, nantinya, para ulusan BLK yang mengikuti pelatihan mendapat sertifikasi dari BLK Padang. Sedangkan kegiatan pelatihan akan dilakukan sebanyak dua paket, masing-masing paket akan diikuti 16 peserta pelatihan selama 30 hari dengan mendapat pasokan anggaran APBN masing-masing Rp 50 juta perpaket, jika dua paket maka yayasan mendapatkan bantuan operasional total Rp 100 juta untuk biaya pelatihan berupa uang saku Rp 50 ribu makan Snack dan sertifikat dengan jam belajar dari pukul 8.00 WIB sampai jam 17.00 WIB.

Pjs.Ketua KAN Brori Agusta Khatib Malano menambahkan pihaknya sangat berterima kasih kepada Anggota DPR RI Darul Siska dan Pemko Sawahlunto yang telah ikut memberi perhatian kepada Kenagarian Lunto. Dia mengemukakan akan mengajak masyarakatnya terutama dari kalangan pemuda untuk turut dalam pelatihan keterampilan yang dilakukan pihak pengelola yayasan. (Iyos)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru