Subuh Mubarak UNP Pagi Ini: Menata Hati dalam Menghadapi Tantangan 2022

PENDIDIKAN-718 hit

Penulis: ET | Editor: Redaktur

PADANG - Dampak pandemi Covid-19 sudah kita hadapi, namun kita harus tetap bersyukur sehingga kita bisa selalu dalam keadaan sabar menghadapi dampak pandemi Covid-19 ini. Berbagai strategi menghadapi dampak pandemi Covid-19 harus kita pedomani.

Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D. menyampaikan hal itu dalam sambutannya pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan pada Jumat (31/12) pagi ini secara virtual yang diikuti oleh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Negeri Padang.

"Walaupun kondisi pandemi Covid-19 sudah agak mereda, kita harus tetap waspada apalagi ada informasi varian-varian baru virus Covid-19 dan jika tidak diperlukan dan tidak mendesak mari kita tunda ke luar kota," tambah Rektor Universitas Negeri Padang, Prof. Ganefri, Ph.D.

Baca Juga


Pada kesempatan itu, Rektor Prof. Ganefri, Ph.D.menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaanUstaz Dr. Abd. Halim, SpPD, Finasim, S.H., M.H., M.M., CMHt., CM.NLP yang berada di Banjar Baru, Kalimantan Selatan sebagai penceramah pada kegiatan Subuh Mubarak Universitas Negeri Padang yang diselenggarakan secara virtual.

Dalam ceramahnya dengan topik "Menata Hati dalam Menghadapi Tantangan 2022 (Dampak Mulitidimensi Pandemi Covid-19", Ustaz Dr. Abd. Halim, SpPD, Finasim, S.H., M.H., M.M., CMHt., CM.NLPmengemukakan tentang kondisi sekarang dan untuk masa datang berkaitan dengan krisis kesehatan Pandemi Covid-19 yang juga berdampak pada multidimensi di Indonesia.

"Berkaitan dengan dampak Pandemi Covid-19 di Indonesia, berdasarkan data pada kondisi 29 Desember 2021 tercatat sebanyak 4.262.351 orang terkonfirmasi dan sebanyak 144.081 orang telah meninggal dunia," jelas Ustaz Abd. Halim.

Lebih lanjut kata Ustaz Abd. Halim, dampak pandemi Covid-19 di Indonesia adalah seperti banyaknya pekerja yang di-PHK, penduduk miskin bertambah jumlahnya, jumlah pendapatan berkurang, pertumbuhan ekonomi sangat melambat, dan sebagainya.

"Keadaan yang sehat itu adalah keadaan yang sempurna baik keadaan fisik maupun mental atau jiwa dan kehidupan sosial pada diri seseorang. Jadi keadaan itu tidak hanya mengacu pada kesehatan fisik saja, tetapi juga mengacu pada kesehatan mental dan kesehatan sosial," tambah Ustaz Abd. Halim.

Ustaz Abd. Halim juga menjelaskan bahwa kita perlu menata hati ketika berhadapan dengan keadaan atau kondisi mental dari dampak pandemi Covid-19 seperti kondisi jiwa yang tidak sehat karena banyaknya anggota keluarga dan teman-teman yang meninggal dunia dari dampak pandemi Covid-19 ini.

"Jadi apapun keadaan yang dihadapi, kita perlu mengolah kondisi tersebut dari hal yang negatif menjadi hal yang positif sehingga hidup kita menjadi dinamis dan kehidupan yang dinamis itu menjadikan kehidupan yang bersemangat dan tidak hambar," tukuk Ustaz Abd. Halim.

Ustaz Abd. Halim juga menjelaskan bahwa langkah terbaik dalam menghadapi stres atau gangguan kesehatan mental adalah menyiapkan sikap dan perilaku mengelola stres sehingga mampu menangkal akibat stres dan agama Islam mengajarkan beberapa strategi yaitu niat ikhlas, sabar, shalat, bersyukur dan berserah diri, bersyukur dan berzikir. (ET)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru