IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Konflik Pengelolaan Posko Gunung Marapi, Pendaki yang Kena Imbas

Foto Sutomo Paguci
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Pokdarwis di Marapi jangan malu belajar pada Pokdarwis Seroja Talang dan Tandikek.

Mestinya Pokdarwis di Marapi paham prinsip atau asas pungutan retribusi mesti kembali sebagian secara langsung untuk kepentingan pendaki. Bukan dibagi-bagi ke kantong sendiri saja!

Berbeda halnya dengan pungutan pajak, itupun tetap dikembalikan pada pembayar pajak tapi secara tidak langsung, dalam bentuk pembangunan berbagai bidang.

Puncaknya, Pokdarwis Koto Baru mengalami konflik, dimana pecahannya mendirikan posko baru di jalur yang sama (jalur Koto Baru) di camping ground BKSDA. Posko baru ini sudah berjalan satu bulan ini.

Secata faktual, posko baru ini dikelola oleh Pokdarwis Batu Palano, yaitu jalur Batu Palano. Jalur ini dari Batu Palano tembus ke camping ground BKSDA. Jadi jalur Batu Palano bertemu jalur Koto Baru di camping ground BKSDA.

Tanpa mau tahu Posko Pokdarwis Batu Palano memungut retribusi baik dari jalur Batu Palano maupun dari jalur Koto Baru. Alhasil pendaki diminta bayar dua kali: satu kali di Posko Koto Baru dan satu kali lagi di posko Batu Palano.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Kebanyakan pendaki tidak mau ribut. Jadi terpaksa bayar dua kali.

Yang tak habis pikir, Posko Batu Palano tanpa rasa malu meminta lagi para pendaki, yang jelas-jelas sudah mendaftar dan membayar di posko Koto Baru, untuk kembali mendaftar dan membayar pada mereka. Dimana hari nurani Anda?

Makin kacau, pengelola posko Koto Baru tidak memberi tahu para pendaki agar tidak melayani permintaan pembayaran oleh posko Batu Palano. Jadinya banyak pendaki kaget ketika diminta daftar dan bayar lagi di posko Batu Plano.

Ironisnya, ada oknum personil posko Koto Baru yang menyarankan pendaki untuk bayar dua kali. Kacau dah!

Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH