Pandai Sikek akhirnya memiliki cerita yang cukup panjang dalam perkembangan tenun Minangkabau. Dari keterampilan yang diwariskan kepada perempuan di lingkungan nagari, kegiatan tersebut berkembang menjadi kerajinan yang digunakan dalam acara adat sekaligus dipasarkan sebagai produk ekonomi. Kain yang keluar dari alat tenun membawa nama Pandai Sikek bersama teknik dan motif yang khas.
Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten
Di sebuah nagari di Kecamatan X Koto itu, kegiatan menenun masih dapat dilihat sebagai pekerjaan yang menghubungkan keterampilan rumah tangga, kebutuhan adat, dan perdagangan kerajinan. Posisi tersebut membuat Pandai Sikek tetap dikenal ketika orang membicarakan tenun dan songket Sumatera Barat. (***)







