Dalam perkembangan berikutnya, kegiatan tenun Pandai Sikek juga bergerak sebagai usaha kerajinan rumah tangga. Kain yang dihasilkan tidak hanya digunakan untuk kebutuhan masyarakat setempat, tetapi dipasarkan sebagai produk kerajinan. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar pernah mencatat songket sebagai salah satu kegiatan ekonomi utama di kawasan Kecamatan X Koto, bersama dengan sektor pertanian hortikultura.
Kain songket juga memiliki fungsi sosial dalam masyarakat Minangkabau. Di Pandai Sikek, kain tenun digunakan dalam berbagai kegiatan adat, termasuk pernikahan dan pengangkatan penghulu. Penggunaan kain dalam acara tersebut berkaitan dengan aturan pemakaian busana adat yang berbeda menurut konteks dan kedudukan orang yang menggunakannya.
Selain untuk keperluan adat, kain tenun Pandai Sikek berkembang menjadi produk ekonomi dengan bentuk yang lebih beragam. Selendang dan kain menjadi produk yang umum dijual, sementara perkembangan kerajinan juga menghasilkan berbagai barang yang menggunakan unsur tenun. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar mencatat bahwa produk tenun Pandai Sikek dipasarkan melalui gerai dan rumah tenun di kawasan nagari.
Bagi masyarakat Pandai Sikek, alat tenun tradisional masih menjadi bagian dari lingkungan rumah dan tempat produksi kerajinan. Kegiatan menenun yang dikerjakan dengan tangan memang membutuhkan waktu lebih panjang dibandingkan produksi menggunakan mesin, tetapi cara tersebut tetap dipertahankan untuk menghasilkan karakter kain yang dikenal sebagai songket Pandai Sikek.







