Ragam motif yang digunakan juga memiliki nama khusus. Dokumentasi tentang Songket Pandai Sikek mencatat motif seperti Saik Kalamai, Buah Palo, Balah Kacang, Barantai Putiah, Barantai Merah, Tampuak Manggih, Salapah, Kunang-kunang, Api-api, Cukie Baserak, Sirangkak, Simasam, dan Silala Rabah. Tidak semua kain menggunakan seluruh motif tersebut karena susunan hiasan dapat berbeda berdasarkan jenis kain yang dibuat.
Teknik dan motif itu menjadi salah satu pembeda tenun Pandai Sikek dengan sentra tenun lainnya di Sumatera Barat. Silungkang di Kota Sawahlunto, misalnya, memiliki perkembangan motif dan bentuk kain sendiri. Karena itu, istilah songket Minangkabau tidak selalu menunjuk pada satu pola yang sama. Setiap sentra memiliki karakter kerajinan yang berkembang dalam lingkungan masyarakatnya.
Tenun dalam Kehidupan Ekonomi Masyarakat
Pola pewarisan tersebut berlangsung melalui hubungan keluarga dan lingkungan sosial. Pengetahuan mengenai penggunaan alat tenun, pengaturan benang, hingga pembuatan motif tidak cukup dipelajari hanya melalui teori. Penenun harus terbiasa dengan pekerjaan tangan yang membutuhkan ketepatan dan kesabaran.







