Selain tari pasambahan, ada juga penampilan silek yang dilakukan oleh dua orang yang sudah dipilih sebelumnya. Penampilan silek biasanya sangat menarik perhatian masyarakat karena gerakannya terlihat kuat dan lincah. Anak-anak sampai orang tua biasanya ikut memperhatikan penampilan tersebut. Dalam budaya Minangkabau, silek memang bukan hanya sekadar bela diri, tetapi juga bagian dari adat dan budaya yang harus dijaga.
Acara juga semakin meriah dengan adanya hiburan atau tarian dari anak-anak TK dan SD yang ada di Jorong Nenan. Penampilan anak-anak biasanya membuat suasana menjadi lebih hidup karena tingkah mereka kadang lucu dan menghibur masyarakat yang hadir. Walaupun masih kecil, mereka sudah mulai diperkenalkan dengan budaya daerah sendiri. Menurut saya hal seperti ini sangat bagus karena anak-anak jadi lebih mengenal adat dan tradisi kampung mereka sejak dini.
Setelah semua rangkaian acara selesai, maka masuk ke acara inti yaitu salam-salaman. Pada bagian ini seluruh masyarakat Jorong Nenan akan menyalami semua niniak mamak, bundo kanduang, dan dubalang yang hadir. Masyarakat datang satu per satu untuk bersalaman dan meminta maaf karena suasananya masih dalam Hari Raya Idulfitri. Bagian ini menurut saya menjadi bagian yang paling terasa nilai kebersamaannya. Semua masyarakat berkumpul tanpa membedakan usia maupun status sosial. Suasananya terasa hangat, ramai, dan penuh kekeluargaan.
Menurut saya pribadi, tradisi manjalang niniak mamak ini memiliki banyak nilai positif. Selain menjaga hubungan silaturahmi antar masyarakat, acara ini juga mengajarkan generasi muda untuk menghormati orang yang lebih tua terutama pemimpin adat. Selain itu acara ini juga memperlihatkan kekompakan masyarakat Jorong Nenan karena semua ikut bekerja sama agar acara berjalan lancar.







