IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Beginia Tradisi Manjalang Niniak Mamak di Jorong Nenan Maek Lima PuluhnKota

Foto RESTI RAHMADANI PUTRI
Ilustrasi Beginia Tradisi Manjalang Niniak Mamak di Jorong Nenan Maek Lima PuluhnKota
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

Dalam acara ini semua niniak mamak akan berkumpul di tempat yang sudah disediakan. Di Jorong Nenan terdapat sekitar sebelas niniak mamak yang hadir bersama bundo kanduang masing-masing. Selain itu para dubalang juga ikut hadir mendampingi mereka. Jumlah dubalang biasanya sama dengan jumlah niniak mamak yang ada. Mereka duduk berjajar di tempat yang telah dipersiapkan oleh pemuda sebelumnya. Dalam acara ini niniak mamak, bundo kanduang, dan dubalang memakai pakaian adat mereka masing-masing. Niniak mamak biasanya memakai pakaian adat lengkap yang menunjukkan wibawa sebagai pemimpin adat. Bundo kanduang juga memakai pakaian adat Minangkabau yang terlihat anggun dan sopan. Begitu juga para dubalang yang memakai pakaian adat mereka sendiri sehingga suasana acara terasa lebih kental dengan adat Minangkabau. Saat melihat semua niniak mamak, bundo kanduang, dan dubalang berkumpul dengan pakaian adat mereka, suasananya terasa sangat berbeda dan membuat masyarakat semakin merasakan nilai budaya yang masih dijaga sampai sekarang.

Menurut saya, acara ini sangat penting karena masyarakat masih menunjukkan rasa hormat kepada pemimpin adat mereka. Dalam adat Minangkabau, niniak mamak memang memiliki kedudukan yang sangat dihormati. Mereka dianggap sebagai tempat bertanya, tempat meminta pendapat, dan orang yang membimbing anak kemenakan dalam kehidupan bermasyarakat. Selain niniak mamak, bundo kanduang juga mempunyai peran besar dalam menjaga adat dan mendidik generasi muda. Sedangkan dubalang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

Susunan acara manjalang niniak mamak dimulai dari pembukaan oleh MC. Kebetulan saya sendiri juga pernah menjadi MC dalam acara tersebut. Awalnya saya merasa gugup karena acara ini termasuk acara adat yang cukup penting di kampung. Apalagi yang hadir bukan hanya masyarakat biasa, tetapi juga niniak mamak, bundo kanduang, dubalang, serta tokoh masyarakat lainnya. Namun karena sudah dipersiapkan sebelumnya, acara akhirnya bisa berjalan dengan lancar. Menjadi MC dalam acara itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi saya karena saya bisa ikut terlibat langsung dalam salah satu tradisi adat di kampung sendiri.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Setelah pembukaan oleh MC, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Suasana biasanya langsung menjadi lebih tenang dan khidmat saat ayat suci dibacakan. Setelah itu dilanjutkan dengan kata sambutan dari beberapa tokoh penting seperti Bapak Wali Nagari Maek, Bamus, Bapak Jorong, alim ulama, cadiak pandai, Ketua PKK, dan Ketua Pemuda. Dalam sambutan tersebut biasanya disampaikan tentang pentingnya menjaga adat, menjaga persatuan masyarakat, dan mempertahankan tradisi yang sudah diwariskan sejak dahulu.

Setelah kata sambutan selesai, acara dilanjutkan dengan tari pasambahan. Saya sebenarnya agak lupa apakah tari pasambahan dilakukan sebelum sambutan atau sesudah sambutan, tetapi yang jelas tari tersebut selalu ada dalam rangkaian acara manjalang niniak mamak. Tari pasambahan menjadi salah satu penampilan yang menarik karena gerakannya lembut dan penuh makna. Tarian itu juga menjadi bentuk penghormatan kepada para niniak mamak dan tamu yang hadir dalam acara tersebut.

IKLAN POSISI 15
Bagikan

Opini lainnya
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH