c. Pemberian Suplemen Anti-Stres: Memberikan suplemen vitamin (terutama Vitamin C dan E), elektrolit, serta pakan konsentrat berkualitas tinggi untuk membantu pemulihan energi dan daya tahan tubuh selama periode adaptasi.
Jadi dapat kita simpulkan bahwa stres akibat pergantian kawanan merupakan tantangan manajemen yang tak terhindarkan dalam peternakan Kambing Peranakan Etawah. Ungkapan "Kambing baru datang, kambing lama tegang" bukan sekadar peribahasa, melainkan cerminan nyata dari perubahan dinamika sosial yang memicu respons fisiologis dan perilaku yang merugikan.
Peningkatan kadar kortisol, penurunan nafsu makan, dan melemahnya sistem imun adalah konsekuensi biologis serius yang mengancam produktivitas ternak. Dengan menerapkan strategi manajemen yang komprehensif, mulai dari karantina, pengenalan bertahap, hingga optimalisasi lingkungan dan nutrisi, peternak dapat secara efektif memitigasi efek stres ini, memastikan kesejahteraan hewan (animal welfare) terjaga, dan pada akhirnya, mempertahankan efisiensi produksi Kambing PE. Kesadaran dan implementasi protokol adaptasi yang ketat adalah kunci menuju peternakan Kambing PE yang berkelanjutan dan sukses.
Daftar Pustaka
Ali, S., Mudawamah, M., & Sumartono, S. (2020). Profil Stres pada Induk Kambing Peranakan Ettawah
Frandson, R. D. (1992). Anatomy and Physiology of Farm Animals (5th ed.). Lea & Febiger.
Hafez, E. S. E. (1968). Adaptation of domestic animals. Lea & Febiger.
Kannan, G., Terrill, T. H., Kouakou, B., Gazal, O. S., Gelaye, S., & Finch, V. A. (2000). Transportation
of goats: Effect on physiological responses and meat quality. Journal of Animal Science,







