d. Isolasi sosial dimana kmbing yang baru datang atau kambing yang kalah dalam pertarungan hierarki cenderung mengisolasi diri, menjauhi area pakan dan minum, yang memperparah kondisi malnutrisi dan dehidrasi.
Dampak Negatif Jangka Panjang pada Kambing PE
Dampak dari stres pergantian kawanan pada Kambing PE meluas hingga ke aspek reproduksi dan kesehatan umum seperti adanya penurunan produktivitas Susu paada induk kambing laktasi, stres sosial akan menekan produksi dan kualitas susu. Selain itu juga akan gangguan reproduksi ternak akibat stress kronis yang dapat mengganggu siklus estrus (birahi) pada betina dan menurunkan kualitas sperma pada pejantan.Stress juga dapat meningkatkan kerentanan ternak terhadap penyakit,karena stress pada ternak kambing dapat menurunkan fungsi imun akibat kortisol membuat kambing mudah terserang penyakit pernapasan, diare, dan infeksi parasit (Ali et al., 2020). Strategi Mitigasi Stres (Manajemen Adaptasi)
Penanganan yang tepat dan terencana diperlukan untuk meminimalkan dampak stres pergantian kawanan:
1. Karantina dan Pengenalan Bertahap Kambing PE yang baru datang harus menjalani periode karantina (setidaknya 7-14 hari) untuk memastikan status kesehatannya dan memulihkan kondisi pasca-transportasi. Setelah itu, pengenalan anggota baru ke kawanan lama harus dilakukan secara bertahap. Metode yang dianjurkan adalah:
a. Pengenalan Visual dan Olfaktori dengan menempatkan kambing baru di kandang terpisah yang bersebelahan agar kawanan lama terbiasa dengan bau dan penampakan tanpa kontak fisik langsung.
2. Manajemen Lingkungan dan Pakan
a. Penyediaan Ruang yang Cukup: Kandang harus memiliki ruang gerak yang memadai untuk mengurangi kepadatan dan kesempatan terjadinya perkelahian.
b. Area Pakan dan Minum Terpisah: Menyediakan tempat pakan dan minum tambahan di beberapa lokasi terpisah untuk menghindari dominasi oleh kambing alfa, sehingga kambing yang lebih rendah hierarkinya tetap dapat mengakses nutrisi penting.







