Di masa sekarang, perempuan Minang semakin terlihat di panggung politik baik di tingkat daerah maupun nasional. Banyak dari mereka yang ikut nyaleg, terpilih menjadi anggota DPRD, bahkan duduk di kursi DPR RI. Meski belum dominan, ini adalah kemajuan yang patut diapresiasi.
Perempuan Minang tidak hanya berkiprah di Sumatera barat saja banyak dari mereka yang sukses membangun karier dikota besar seperti Jakarta, medan atau pekanbaru. Ada yang jaadi anggota dewan, kepala dinas, pejabat di kementriaan , bahkan menjadi duta besar. Di daerah asal mereka juga mulai mendapat tempat dipemerintah local entah sebagai anggota legislatif, staf ahli, maupun pimpinan organisasi Perempuan.
Selain itu banyak juga yang aktif di dunia pendidikan, kesehatan, hukum, LSM. Semuanya itu bagian dari proses politik juga, karena mereka terlibat dalam memengaruhi kebijakan dan menyuarakan kepentingan public.
Alasan juga cukup jelas mereka ingin melakukan perubahan besar .perempuan minang sadar bahwa banyak masalah yang dihadapi masyarakat terutama bagi Perempuan dan anak tidak akan selesai jika mereka ingin memastikan kebutuhan Perempuan diperhatikan soal Pendidikan, Kesehatan,ibu dan anak , kekerasan dalam rumagh tangga, akses ekonomi, dan banyak lagi.
Selain itu, mereka juga merasa punya tanggung jawab moral untuk menyumbangkan ilmu, pengalaman, dan suara mereka demi perbaikan masyarakat. Apalagi mereka datang dari tradisi yang menjadikan perempuan sebagai ”pusat rumah” masyarakat di ruang publik.
Banyak perempuan Minang yang justru menggabungkan nilai-nilai adat seperti musyawarah, tanggung jawaab sosial, dan keperdulian terhadap keluarga dengan semangat modern yang mengusung kesetaraan. Mereka tidak melupakan akar budaya, tapi juga tidak takut untuk berkembang
Mereka tidak akan menolak adat, tapi mereka berusaha menafsirkan adat untuk lebih terbuka lagi. Bahwa perempuan juga berhak berperan di luar rumah, termasuk didunia politik ini. (***)







