Menuju Bukittinggi Kota Pariwisata Inklusif

PEMERINTAHAN-186 hit

BUKITTINGGI - Yang dimaksud Pariwisata inklusif adalah seluruh tempat wisata di Bukittinggi dapat dijangkau oleh berbagai pihak dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat, ujar Hardiman, Direktur Imparsial pada Semiloka yang digelar Komnas HAM Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, di Hotel Novotel, Rabu (24/03).

Menurut Hardiman,sengaja judul atau tema Semiloka ini dipilih pariwisata inklusif, karena Bukittinggi sebagai icon wisata penting di sumbar. " Belum lengkap berwisata ke Sumbar bila belum singgah ke Bukittinggi", katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam Semiloka ini, akan mendiskusikan apa saja hal yang perlu dirumuskan dan apa rekomendasi terkait pariwisata inklusif, yang hasilnya akan disampaikan kepada Pemko Bukittinggi.

Baca Juga


Saat ini, Kementrian Pariwisata berusaha mendorong tempat-tempat wisata untuk menjadi wisata ekslusif tapi memiliki keterjangkauan dan memberikan manfaat seluas-luas nya bagi masyakat. Diharapkan Bukittinggi melangkah maju mewujudkan pariwisata yang inklusif.

Wisata inklusif

Sementara Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Yuen Karnova dalam sambutannya mengatakan, pariwisata menjadi sektor yang diandalkan di Bukittinggi, karena Bukittinggi tidak punya sumber potensial lain selain pariwisata.

Menurut Yuen Karnova, Bukittinggi hanya kota kecil dengan luas 25 km persegi, penduduknya herogen, jumlahnya hampir 130 ribu jiwa, paparnta.

Walaupun dihuni oleh beberapa suku dan agama, masyarakat Bukittinggi hidup dengan situasi nyaman dan damai. Namun bila bicara persoalan inklusif dan ekslusifitas, ini sudah menjadi masalah dunia, ungkap Sekdako Bukittinggi.

"Kami yakin semiloka ini akan merumuskan berbagai program kegiatan yang dibutuhkan Bukittinggi, terutama dalam penyusunan RPJMD 2021-2026. Berbagai masukan informasi yang didapat dari semiloka ini akan menambah kazanah informasi yang bisa kami masukkan dalam RPJMD," ujar Yuen Karnova.

Sementara itu, Wakil Ketua Komnas HAM RI, Amiruddin, saat membuka semiloka mengatakan, dengan pariwisata inklusif diharapkan pelayanan publik semakin membaik.

Menurut Amirudin, potensi wisata di Bukittinggi sangat luar biasa, terutama keindahan alamnya. Karena itu pengembangan ecowisata di Bukittinggi lebih cocok. Apalagi dengan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Saat ini kita diberi kesempatan untuk menciptakan kondisi lebih baik di masing masing wilayah. Hal itu harus dimanfaatkan sebaik nya untuk kemajuan wilayah," ujar Amiruddin.

Hadir pada Kegiatan Semiloka itu, Sekretaris Daerah Kota Bukittinggi, Wakil Ketua Komnas HAM RI, Kepala Komnas HAM RI Perwakilan Sumbar, Direktur Imparsial dan sejumlah SKPD serta pelaku pariwisata.(Yus)

Loading...

Komentar

Berita Terbaru