Sementara itu, Plh. Direktur RS. D Pratama Solsel, drg. Rona Irda, didampingi Kasubag TU. RS. Pratama Solsel, Jefri menambahkan, SDM yang sudah disiapkan saat ini berjumlah 107 orang, mulai dari dokter umum, perawat, bidan serta dari berbagai disiplin ilmu lainnya.
" Sesuai standar tenaga rumah sakit D Pratama adalah 64 orang, sedangkan kami sudah memiliki 107 orang, termasuk dokter spesialis," ujarnya
Kemudian tenaga tekhnis untuk sistem informasi manajemen rumah sakit juga sudah disiapkan termasuk tenaga lainnya," demikian Rona Irda.
Sedangkan, tokoh masyarakat Lubuk Malako, Beleawadi mendesak Pemerintah Daerah Solsel dan pemangku kebijakan di tingkat Provinsi maupun Pusat untuk mengoperasionalkan RS. D Pratama Solsel di Lubuk Malako itu.
" Tidak sedikit tantangan dan rintangan yang dihadapi oleh masyarakat, Pemerintahan Kecamatan dan Nagari untuk memperoleh lahan tempat dibangunnya rumah sakit ini, " kata Beleawadi.
Sekarang, akibat kelalaian atau adanya kepentingan tertentu masalah penerbitan izin operasional rumah sakit ini, maka fasilitas kesehatan yang sangat megah ini akan sia-sia saja keberadaannya, apalagi dana pembangunan tidak sedikit, dan asalnya dananya dari Pemerintah Pusat lagi.
Makanua, masyarakat dari tiga kecamatan (SBH, SBJ dan SJJ) sangat berharap pada Pemkab. Solsel untukmenyegerakan rumah sakit ini beroperasi, sehingga akan bisa membantu masyarakat yang akan berobat, " demikian harapan Beleawadi. Adventorial.
Editor : Marjeni Rokcalva






