aduk hingga merata dan santan matang(santan taminyak)
3. Aduk-aduk terus sampai mengental supaya santan tidak pecah. Jika
sudah mulai mengeluarkan minyak,silahkan masukkan bahan utama dan santan kental.
4. Aduk terus perlahan sampai kuah keringnya sesuai keinginan dengan api sedang hingga daging empuk dan berwarna kecoklatan serta berminyak.
5. Rendang siap di sajikan
Rendang telah menjadi masakan yang tersebar luas sejak orang Minang mulai merantau dan berlayar ke malaka untuk berdagang pada zaman dahulu karena perjalanan saat merantau memakan waktu lama,rendang mungkin menjadi pilihan tepat saat itu sebagai bekal Hal ini karena rendang daging sangat awet,tahan disimpan hingga berbulan-bulan lamanya,sehingga dapat dijadikan bekal dalam perjalanan jauh.
Banyak dari perantau Minangkabau membuka rumah makan Padang di seluruh nusantara bahkan mancanegara. Rumah makan inilah yang memperkenalkan rendang. Menurut tokoh masyarakat Minangkabu, rendang memiliki filosofi tersendiri yaitu musyawarah dan mufakat,yang berangkat dari empat bahan pokok yang melambangkan keutuhan masyarakat Minang,yaitu Dagiang (daging sapi), merupakan lambang dari Niniak Mamak ,Karambia (Kelapa), merupakan lambang cadiak pandai, Lado (cabai) , merupakan lambang alim ulama yang pedas, tegas untuk mengajarkan syariat agama. , pemasak(bumbu), merupakan lambang dari keseluruhan masyarakat Minangkabau.
Dilihat dari letak geografisnya yang ada di Sumatera Barat,rendang dibagi menjadi dua yaitu : rendang yang terletak di dataran tinggi "Darek",daerah darek adalah daerah-daerah tua tempat asal kerajaan Minangkabau seperti Agam, Payakumbuh, Lima Puluhkota. Sedangkan yang pada dataran rendah "Pesisir"seperti daerah Pariaman. Rendang dari darek berbumbu lebih sederhana, dan teknik memasaknya juga sederhana. Rasanya juga sedikit pedas warnanya lebih gelap bahkan ada yang hitam dan tanpa banyak aroma rempah. Sedangkan rendang Pesisir banyak menambahkan rempah-rempah sehingga lebih pedas dan aroma rempahnya. (***)
By: Sagita Ramadhani (Mahasiswa Sastra Minangkabau,Universitas Andalas )
Editor : Berita Minang






