PADANG - Calon Gubernur Sumatra Barat (Sumbar), Nasrul Abit, dikenal lihai mengembangkan pariwisata. Buktinya ialah keberhasilannya mengelola Pantai Carocok Painan dan Kawasan Wisata Mandeh sewaktu menjadi Bupati Pesisir Selatan (Pessel) periode 2005-2015.
Sewaktu mengemban amanah sebagai Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mendapat posisi khusus dari Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, yakni menjadi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumbar.
Mengembangkan pariwisata bukan perkara mudah. Ketika mulai membenahi Pantai Carocok Painan sebagai tempat pariwisata, Nasrul Abit dicemooh karena pantai itu sebelumnya menjadi tempat buang air besar warga.
"Dulu waktu saya jadi bupati, Pantai Carocok Painan itu tempat berak. Pagi hari berjejer orang berak di pinggir pantai. Saya mulai berpikir: mau dijadikan apa pantai ini? Kemudian, saya minta izin kepada ninik mamak setempat untuk melakukan sedikit reklamasi sebagai langkah awal menata pantai menjadi objek wisata," ujarnya, Sabtu (31/10).
Secara bertahap, Nasrul Abit menata Pantai Carocok Painan dengan konsep objek wisata keluarga. Pengelola wisata di sana menawarkan wisata berkeliling pulau kepada pengunjung dengan bot nelayan setempat dan wahana bermain air.
Setelah ia membenahi Pantai Carocok Painan, kata Nasrul Abit, masyarakat mulai merasakan manfaat pengembangan pariwisata. Mereka yang awal mencemooh justru mengakui sendiri manfaat dari pengembangan pantai tersebut.
"Ada yang datang langsung kepada saya mengaku manfaat dari pengembangan Pantai Carocok Painan," ucapnya.
Setelah membenahi Pantai Carocok Painan, Nasrul Abit membenahi Kawasan Wisata Mandeh. Hasil pembenahan itu kini terlihat. Kini Mandeh menjadi objek wisata yang diminati wisatawan lokal maupun mancanegara.
"Mandeh setelah dibuka oleh Pak Darizal Basir (Bupati Pessel sebelum saya), saya lanjutkan mengembangkan surga tersembunyi itu. Hingga menjadi wakil gubernur, saya tetap fokus pengembangan Mandeh," ujarnya.
Editor :






