PADANG - Wali Kota Padang Mahyeldi menyambut baik digelarnya webinar oleh Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) Universitas Bung Hatta (UBH) Padang dengan mengambil topik sekaitan mengatasi persoalan banjir dan genangan air di Kota Padang.
Melalui kegiatan ini orang nomor satu di Kota Padang itu berharap, setidaknya akan menghasilkan masukan-masukan bagi Pemko Padang untuk melakukan langkah-langkah konkrit ke depan. Sehingga dengan itu akan semakin menyempurnakan upaya dalam mengatasi permasalahan banjir dan genangan air di kota tersebut.
Demikian disampaikan Wali Kota Mahyeldi sewaktu menjadi narasumber/pembicara dalam kegiatan webinar yang digelar oleh FTSP UBH, Kamis (24/9/2020). Kegiatan ini juga diikuti Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UBH, para narasumber dan peserta webinar.
Klik disini:
Ayo berpatisipasi dalam Polling Cagub Sumbar pilihan anda
Diterangkannya, sebagaimana diketahui, dalam mengendalikan banjir atau genangan air Pemko Padang telah melakukan beberapa upaya-upaya khususnya dalam tiga tahun terakhir atau semenjak tahun 2018.
"Pertama adalah melakukan pembangunan drainase, yaitu lebih kurang sepanjang 6 km di tahun 2018 dan 2019. Sementara pada tahun 2020 adalah 3 km. Kemudian yang kedua yaitu merehabilitasi drainase. Dimana pada tahun 2018 dan 2019 lalu lebih kurang melakukannya sepanjang 10 km dan tahun 2020 ini 7 km," ungkap wako didampingi Kepala Dinas PUPR Yenni Yuliza dalam webinar yang dilakukan dari Gedung Putih Kediaman Resminya tersebut.
Wali kota melanjutkan, adapun upaya yang ketiga adalah melakukan pengerukan sedimen. Di tahun 2018 melakukannya sampai 34 km, 48 km tahun 2019 dan tahun 2020 per Juli yakni 36 km. Sementara target penanganan pengerukan sedimen di tahun 2020 ini adalah sepanjang 50 km.
"Jadi inilah upaya yang kita lakukan selama kurun tiga tahun terakhir dengan 3 kegiatan yang dilakukan," ungkapnya lagi.
Editor : Berita Minang






