Kesejahteraan masyarakat pun tidak hanya bisa dinilai dari sisi ekonomi saja.
"Sejak 2018 Sekolah Keluarga dimulai, angka perceraian di Bukittinggi menurun hingga 15%. Luar biasa memang, dampaknya sangat terasa namun tidak terlihat secara kasat mata.
Sekolah keluarga untuk wilayah kota Bukittinggi bisa memberikan kesadaran masyarakat bahwa dalam sekolah keluarga itu ada proses edukasi untuk menciptakan ketahanan keluarga dengan memperhatikan tanggung jawab dan kewajiban masing. Ini pembangunan mental atau non fisik yang dilaksanakan pemerintah," jelasnya.
Sementara iWali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias mengatakan, Sekolah Keluarga berawal dari inovasi ketua TP PKK sebagai jawaban atas kekhawatiran atas beratnya beban bonus demografi yang akan diterima pada tahun 2045.
Sekolah Keluarga menjadi jalan keluar terhadap persoalan sosial yang terjadi di masyarakat.
Manusia produktif akan didapat dari kerja keras dan disiplin. Membentuk manusia yang mau bekerja keras dan disiplin itu awalnya berasal dari keluarga.
"Jika telah terwujud keluarga yang kuat, disiplin, sakinah mawaddah warrahmah, maka telah membantu negara mewujudkan generasi muda yang berkualitas. juga berharap nantinya, sekolah keluarga bisa membentuk kelompok ekonomi yang bisa menopang perekonomian keluarga," jelas Ramlan Nurmatias. YUS
Editor :






