IKLAN KUPING KANAN PASISI 12
IKLAN POSISI 13

Patut Dicontoh, Sekolah Keluarga PKK Bukittinggi Tekan Angka Perceraian

Wako Ramlan Nurmatias dan Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan saat hadiri wisuda sekolah keluarga.
Wako Ramlan Nurmatias dan Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan saat hadiri wisuda sekolah keluarga.
PT GITO PERDANA SEJAHTERA

BUKITTINGGI - Sekolah Keluarga besutan Ketua TP PKK Bukittinggi berhasil Tekan Angka Perceraian. Sekolah Keluarga ini berdiri diinsistori Ny Yesi Endriani Ramlan selaku Ketua TP PKK Bukittinggi, dengan maksud menjawab tantangan dan mengatasi masalah sosial yang terjadi di Bukittinggi.

Keterangan Ketua TP PKK Bukittinggi, Ny. Yesi Endriani Ramlan, mengatakan, Sekolah Keluarga hadir untuk menjawab keresahan masarakat, karena banyaknya persoalan mental dan sosial di Bukittinggi, sekaligus menjadi salah satu bentuk pembangunan mental atau pembangunan non fisik yang dilaksanakan oleh pemerintah Kira Bukittinggi.

Sekolah Keluarga lebih menitikberatkan untuk mengembalikan dan mendekatkan orang tua ke jalan yang lebih baik, berlandaskan agama, aqidah dan akhlak sesuai tuntunan Al Quran dan Hadist, katanya.

Kita berakhlak mulia dulu, baru anak kita berakhlak mulia. Jadi, pembangunan mental ini, tidak tampak secara kasat mata, tidak sama dengan pembangunan fisik, yang langsung kelihatan hasilnya.

Apa yang kita usahakan dan ubah sekarang, akan kita nikmati 5, 10 atau 15 tahun mendatang. Jadi tidak heran banyak yang menilai pemko hanya fokus pembangunan fisik, karena hasilnya langsung nampak.

Advertisement
BANNER POSISI 14
Scroll kebawah untuk lihat konten
Padahal banyak juga pembangunan mental dan non fisik yang telah dilaksanakan, tegasnya.

Dikatakannya, sekolah keluarga sudah dilaksanakan sejak tahun 2018. Setelah hampir tiga tahun berjalan, Sekolah Keluarga ini ternyata berpengaruh terhadap sistem ketahanan keluarga di Bukittinggi.

"Bagaimana perlakuan kita hari ini, itu pula yang akan diberikan anak kita nanti. Semua itu tergantung dari orang tua di rumah. Sekolah Keluarga diharapkan dapat membimbing orang tua dalam mengawal anak dan generasi muda kita menjdi generasi emas di tahun 2045. Ditangan kita saat ini lah, kualitas anak akan ditentukan," ujarnya.

Pembangunan non fisik atau pembangunan mental yang dilakukan Pemerintah Kota Bukittinggi, mulai menampakkan hasil. Salah satunya program sekolah keluarga, diakui mampu menekan angka perceraian dan meningkatkan ketahanan keluarga di Kota Bukittinggi.

Mantan Ketua Pengadilan Agama Kota Bukittinggi, Orba Susilawati, yang menjadi saksi kesuksesan Sekolah Keluarga membenarkan, bahwa program tersebut merupakan sistem yang sangat luar biasa untuk meningkatkan ketahanan keluarga, yang berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

Editor :
Tag:
IKLAN POSISI 15
Bagikan

Berita Terkait
AMSI MEMBER
Terkini
BANNER POSOSI 5
IKLAN LAYANAN MASYARAKAT SAMPAH