PADANG ARO - Adanya persoalan antara pihak perusahaan PT. Multikarya Sawit Prima (MSP) dengan 2 Koperasi Serba Usaha (KSU) di Kecamatan Sangir Batang Hari (SBH) Kabupaten Solok Selatan membuat pemkab turun tangan membantu mediasinya pada Selasa- Rabu (8 -9 Sept 2020).
Dua KSU tersebut yakni KSU Bina Masyarakat (KSU-BM) di Nagari Lubuk Ulang Aling dan KSU Batang Hari Sepakat (KSU-BHS) di Nagari Lubuk Ulang Aling Tengah, Kecamatan Sangir Batang Hari, yang sejatinya dipercaya mengurus perkebunan plasma bersama PT. MSP.
Mediasi dan peninjauan lapangan dipimpin oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Hapison, Camat Sangir Batang Hari Gurhanadi, beserta sejumlah OPD terkait lainnya, sesuai dengan perintah tugas yang diberikan Plt. Bupati Solok Selatan.
Tim yang dipimpin oleh Staf Ahli Bupati Hapison menemukan berbagai persoalan di lapangan. Antara lain pada KSU BM ditemukan persoalan kurang terurusnya lahan perkebunan plasma yang sejatinya diperuntukkan untuk kesejahteraan masyarakat. Lahan sawit yang ditanam sejak 2011 silam tersebut terlihat dipenuhi semak belukar dan tidak dilakukan perawatan, sehingga produksi jauh dari maksimal.
Disamping itu tim juga tidak menemukan adanya jalan penunjang pada sebagian kebun plasma. Padahal jalan tersebut sangat vital dan dibutuhkan untuk memudahkan panen perkebunan, aktifitas pemupukan, dan keperluan lainnya.
Selanjutnya pihak koperasi dan ninik mamak yang hadir juga meminta pihak perusahaan melaksanakan evaluasi buah kelapa sawit secara maksimal dengan pengadaan traktor sesuai kebutuhan kebun.
Dengan tidak terurusnya kebun, saat ini pihak koperasi juga mengalami kesulitan mengangsur hutangnya di bank. Hutang ini merupakan kredit refinansing pada Februari 2019 silam antara bank dengan pihak KSU BM sebesar Rp 49 Miliar, dengan obyek agunannya kebun plasma seluas 830 Ha.
Maka jika tidak segera dibenahi, tentu koperasi tidak mendapatkan Sisa Hasil Usaha (SHU). Bahkan tidak hanya sekedar itu, koperasi juga akan menanggung beban hutang yang sangat besar yang akan menyebabkan disitanya lahan plasma tersebut.
Ia juga menyampaikan terima kasihnya kepada tim dari Pemkab Solsel yang telah bersedia turun langsung memediasi dan melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Editor : Berita Minang






