"Jadi budaya merantau ini perlu kita persiapkan untuk kedepan dan pelestarian adat, kita mulai kembali kesurau dan betul-betul intruksi surau diminta bawa orang tua dirantau mengajar anak-anak berbahasa minang atau berbahasa minang dalam lingkungan keluarga sehingga menjadi kebiasaan juga bagi anak-anak kita walau tinggal diluar negeri dan didaerah lainnya. Harapanya generasi minang mesti memahami agar mudah memperlajari budaya dan adat istiadat jatidirinya, " harap Nasrul Abit.
Dr.H.Gamawan Fauzi tokoh minang yang pernah menjabat bupati, gubenur dan menteri dalam negeri dalam kesempatan itu juga menyampaikan bagaimana pemerintah daerah eksekutif dan legislatif melakukan setiap kebijakan pembangunan daerah terus mengawasi dan melakukan evaluasi secara berkesinambungan.
"Selama ini kita melihat ganti kepala daerah berganti pulo programnya, sehingga hasil yang didapat dalam kemajuan daerah tidak maksimal. Kita telah memiliki asrama mahasiswa di Mesir dengan program beasiswa 50 mahasiswa belajar ke mesir. Dan hari ini kelihatan kurang berjalan baik. Padahal dari program ini kita berharap akan banyak lahir para ulama besar untuk memajukan pembangunan di Sumatera Barat," ungkapnya.
Gamawan juga mengatakan merantau bagi orang minang merupakan karakter dan kebiasaan budaya dimana orang minang itu hidup berdinamika mengikuti perkembangan zaman.
"Jika kata pak Jusuf Kalla orang Sulawesi tidak takut mati, maka orang minang itu sosok yang tak takut hidup. Dimanapun ada kehidupan orang minang selalu ada di sana, hal ini juga kita diperbatasan negara manapun hampir selalu ada orang minang punya hidup disana," ujarnya.
"Pertama rasa iman tahu bahwa Allah SWT itu benar, Kedua ada umat kekuatan Al Qur'an dan Sunnah Nabi, ketiga setiap ada masalah selalu tawakal kepada Allah, keempat dirikan sholat dengan benar dan khusu'," katanya.
Azwar Anas juga mengatakan, dalam menjalani kehidupan orang minang itu, mampu hidup menyukuri apa yang ada, kedua keluarkan harta berupa zakat dan sedekah dan ketiga berbagi ilmu dan pengetahuan yang didapat kepada orang lain sebagai amalan ibadah memberikan kebaikan hidup. RelHum/MR
Editor : Berita Minang






